TERNATE – Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) Maluku Utara (Malut) tetap mendukung sepenuhnya kepada Pasangan Bakal Calon Bupati dan Wakil Bupati Halmahera Selatan (Halsel) Usman Sidik dan Hasan Ali Bassam Kasuba. Meski di terpa isu ijazah palsu media sosial (Medsos) oleh pihak yang tak bertanggung jawab namun PDI Perjuangan tetap mendukun pasangan Usman-Bassam.
“Isu ijazah palsu jangan tuduhkan di Medsos, ijazsah palsu atau asli hanya bisa di putuskan pengadilan, kami dari PDI Perjuangan tetap mengusung Usman-Basam di Pilkada Halsel. Bahkan kami akan membela,” tegas Ketua DPD PDIP Malut, Muhammad Senen, Selasa (25/08/2020).
Muhammad Senen merasa konfrensi pers oleh SMA Muhammadiyah itu sudah sangat jelas, bahwa pihak sekolah sudah memperjelas ijazah Usman Sidik tidak bermasalah.
“Pihak sekolah sudah memperjelas, Usman Sidik memang betul-betul bersekolah di SMA Muhammadiyah, terus apalagi yang di persoalkan,” tegas Ayah Erik sapaan akrap Muhammad Senen.
Ayah Erik bilang, yang diisukan ini adalah ketakutan kandidat-kandidat lain, karena kandidat Usman-Basam ditakuti. “Ini karena ketakutan Usman-Basam menang di Pilkada Halsel. Dan PDI Perjuangan tidak akan terpengaruh dengan persoalan-persoalan seperti ini,” cetusnya.
Masalah isu ijasmzah palsu, DPD PDI Perjuangan Malut memintah pihak-pihak lain tidak perlu ikut campur, terutama Dinas Pendidikan Provinsi Malut.
“Saya liat ada surat panggilan dari Dinas Pendidikan Malut terhadap Kepsek SMA Muhammadiyah, jadi saya minta Dinas Pendidikan fokus di pendidikan saja, jika Dinas Pendidikan sudah ikut campur, maka penilaian saya sudah tidak jelas,” tegas Ayah Erik.(van)












