LABUHA – Warga Desa Bobo Kecamatan Obi Selatan Halmahera Selatan (Halsel) Maluku Utara terpaksa boikot aktifitas PT. Intim Mining Santosa (IMS).
Perusahan tambang yang kini beraktivitas tepatnya di hutan belakan Desa Bobo itu terpaksa berhenti sejenak.
Pasalnya PT. IMS diduga menerobos lahan warga setempat. Puluhan warga Bobo yang dipimpin Lido Gahunting terpaksa memalang sejumlah alat berat milik PT. IMS yang sedang beraktifitas pada lahan mereka.
Lido pada sebuah vidio berdurasi 7 menit yang diterima redaksi segmen.co.id, Sabtu (27/06) itu terlihat melakukan pemalang aktifitas alat berat milik PT. IMS.
Dia mengaku lahan yang diperolehnya bukan kaplingan namun warisan turun pemurun dari orang tuanya yang dibuktikan dengan sejumlah tanaman kayu damar.
Lahan serta tanaman itu sejak 1912 sebelum adanya perusahan, dan sekarang aktifitas perusahan selama tidak menggangu lahan ini pihaknya tidak melakukan protes namun sekarang perusahan tengah menghancurkan tanaman miliknya terpaksa aktifitas perusahan diboikot.
“Saya tidak pernah menggangu perusahan selama perusahan tidak menggangu tanaman di lahan saya, kemarin saya sudah bilang ada tanaman baru berupa pohon jambuh dan tanaman lama sejak leluhur kami tahun 1912 itu kami selalu menjaga tanaman itu pohon damar kami jaga sampai sekarang,” kata Lido dihadapan seorang anggota polisi didampingi seorang security dan 3 orang operator PT. IMS.
Menurutnnya, agar perusahan tahu bahwa lahan ini bukan kaplingan tetapi tanah milik leluhurnya yang selalu dijaga hingga sekarang. Lido juga menyebut awalnya sudah melarang PT. IMS untuk tidak masuk beroperasi di lahannya karena akan merusak tanaman yang sejak lama ditanam oleh orang tuanya.
“Saya awal sudah melarang alat berat ini beraktifitas di lahan saya tapi buktinya tanaman saya dirusaki perusahan,” tegas Lido.
Terpisah Direktur PT. IMS Sanzes Tambun ketika dikonfirmasi terkait dugaan penyerobotan lahan yang dilakukan PT. IMS hingga terjadi pemalangan sejumlah alat berat oleh warga Bobo enggan memberikan tanggapan hingga berita ini dinaikan.(red)












