520 Kasus Diare, Dinkes Halsel Gerak Cepat Atasi

Senin, 7 Agustus 2023

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kadis Kesehatan Halsel Asia Hasyim, SKM., M.Kes (foto_istimewah)

Kadis Kesehatan Halsel Asia Hasyim, SKM., M.Kes (foto_istimewah)

LABUHA – Dinas Kesehatan Kabupaten Halmahera Selatan di Provinsi Maluku Utara sejak Januari hingga awal Maret 2023 mencatat 520 kasus diare dan beberapa di antaranya menyebabkan kematian.

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Halmahera Selatan Asia Hasyim, kasus penyakit diare kebanyakan dilaporkan terjadi di Pulau Obi, yang merupakan daerah pertambangan.

“Pulau Obi dengan kasus pertama dan kasus tertinggi di Kabupaten Halmahera Selatan, bahkan tiga orang dilaporkan meninggal dunia (di sana),” katanya Asiyah.

Menurutnya, laporan petugas kesehatan, ia mengatakan, penyakit diare menyerang anak berusia di bawah lima tahun hingga orang dewasa.

Asia mengatakan bahwa kasus penyakit diare di Pulau Obi tidak lepas dari masalah persediaan air bersih di daerah pertambangan tersebut.

Baca Juga :  Akui Proyek Jalan Sirtu Busua Pasir Putih Mandek, Ini Alasannya

Oleh karena itu, ia melanjutkan, Dinas Kesehatan Halmahera Selatan bekerja sama dengan perusahaan dan pemerintah desa mengupayakan persediaan air warga bebas dari cemaran bakteri dan kuman penyebab penyakit dengan membagikan Kaporit untuk disinfeksi air guna mencegah peningkatan kasus diare.

“Kami juga telah mendistribusikan obat-obatan ke puskesmas,” katanya.

Selain itu, Asiyah menekankan pentingnya kebersihan lingkungan serta penerapan pola hidup bersih dan sehat dalam upaya pencegahan diare.

Penyakit diare, yang membuat penderitanya sering buang air besar dengan kondisi tinja encer, umumnya terjadi akibat mengonsumsi makanan atau minuman yang terkontaminasi virus, bakteri, atau parasit.

Diare dapat dicegah dengan selalu menjaga kebersihan diri, memastikan makanan dan minuman yang dikonsumsi dalam keadaan bersih dan sudah dimasak sampai matang, serta mencuci tangan menggunakan sabun dan air mengalir seusai aktivitas.

Baca Juga :  Bupati Usman Minta Elit Politik Jangan Provokasi Warga

Ketika terserang diare, tindakan penanganan paling penting yang harus dilakukan adalah mencegah dehidrasi dengan minum larutan oralit yang terbuat dari campuran air, gula, dan garam.

Selain itu, orang yang terserang diare disarankan mengonsumsi cairan elektrolit alami seperti air kelapa serta mengonsumsi obat diare sesuai anjuran.(ADV)

Berita Terkait

ASN KPH Jual Tanah Topsoil Ilegal 30 DPR Halsel Tidur
Desak Pemda Halsel Percepat WPR Kusubibi
40 ASN Pemda Halmahera Selatan Ikut PKA 2026
Pemda Halsel Pelopor Penguatan Sistem Manajemen Talenta ASN
Terseret Kasus Jual Tanah Topsoil Polres Halsel Periksa Kades Hidayat
Uji Komitmen Kapolres Halsel Tutup Tambang Ilegal di Kali Raim Liaro
Fajri Ahmad Anak Buah Sherly di Halsel Jadi Tukang Jual Tanah Topsoil Ilegal
Tak Kantongi Izin DLH Halsel Akui Pengambilan Tanah Topsoil di Hidayat Ilegal
Berita ini 4 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 30 Juli 2026 - 10:32 WIB

ASN KPH Jual Tanah Topsoil Ilegal 30 DPR Halsel Tidur

Kamis, 30 Juli 2026 - 09:42 WIB

Desak Pemda Halsel Percepat WPR Kusubibi

Kamis, 30 Juli 2026 - 00:29 WIB

40 ASN Pemda Halmahera Selatan Ikut PKA 2026

Kamis, 30 Juli 2026 - 00:20 WIB

Pemda Halsel Pelopor Penguatan Sistem Manajemen Talenta ASN

Rabu, 29 Juli 2026 - 05:14 WIB

Terseret Kasus Jual Tanah Topsoil Polres Halsel Periksa Kades Hidayat

Berita Terbaru

Kantor DPRD Kabupaten Halmahera Selatan

Berita Terkini

ASN KPH Jual Tanah Topsoil Ilegal 30 DPR Halsel Tidur

Kamis, 30 Jul 2026 - 10:32 WIB

Sahmar M. Zen, Direktur PARADE Maluku Utara. foto Sadam Hadi|Segmen

Berita Terkini

Desak Pemda Halsel Percepat WPR Kusubibi

Kamis, 30 Jul 2026 - 09:42 WIB

Berita Terkini

40 ASN Pemda Halmahera Selatan Ikut PKA 2026

Kamis, 30 Jul 2026 - 00:29 WIB

Berita Terkini

Pemda Halsel Pelopor Penguatan Sistem Manajemen Talenta ASN

Kamis, 30 Jul 2026 - 00:20 WIB