LABUHA – Paketan Bahrain Kasuba dan Umar Hi Soleman di Pemilihan Bupati dan Wakil Bupati Halmahera Selatan (Halsel) Maluku Utara diisukan bubar.
Umar dikatakan jadi papan 2 di Eka Dahliani Abusama. Penghianatan paketan Pilkada Halsel bisa terbilang sadis.
Satu persatu mulai sadar akan kemampuan komunikasi politik sosok Eks Ketua PKPI Halsel. Bahrain pun mulai ditinggalkan.
Pasalnya Eks Bupati Halsel 2015-2020 itu bakal bernasib sama pada Pilkada 2020 lalu. Pilkada 2020 lalu Bahrain Kasuba tidak mendapat tiket atau dukungan partai politik untuk bertarung. Padahal dirinya adalah Bupati Halsel aktif saat itu.
Eka Dahliani rampas Golkar dan Bakal Cawabup dari tangan Bahrain Kasuba.
Bila itu terjadi, ambisi suami Nurlela Muhammad jadi orang nomor 1 di Bumi Saruma kandas di tengah jalan kedua kalinya.
Salah satu orang kepercayaan Ahmad Hidayat Mus mengaku saat ini paketan Eka-Umar mulai dilakukan penjajakan, setelah itu baru akan di finalkan.
“Masih penjajakan, dan Paket Pilkada Halsel Eka-Umar itu pasti,” katanya kepada segmen.co.id, Senin (15/04).
Menurutnya ini pembahasan soal paket Eka-Umar bukan Bahrain Kasuba dan Umar Hi Soleman. Koalisi Golkar dan Partai Gerindra ini akan secara menyeluruh dari Pilgub hingga Pilkada Halsel. Lantas Partai Gerindra menguat mengsung Eka Dahliani.
Pilgub Malut Partai Golkar mengusung Trah Mus, sedangkan Partai Gerindra Gagokan Sahril Taher. Baliho Aliong Mus dan Sahril Tahir mulai bertebaran di berbagai sudut termasuk Kota Labuha Halsel.
“Pilgub juga Golkar Gerindra, jadi Pilkada Halsel sudah pasti Eka-Umar yang diusung Gerindra dan Partai Golkar,” paparnya.
Golkar Halsel ada dua kaders potensial memenangkan Pilkada yakni Umar Ketua DPD Soleman dan Rustam Ode Nuru Ketua Fraksi, namun belakangan ini Rustam belum siap sehingga mengerucut ke Umar Hi Soleman jadi papan 2 di Eka Dahliani Abusama.
“Ada Rustam dan Umar tapi Rustam belum siap, jadi mengerucut ke Umar dampingi Eka Dahliani,” paparnya.
Dikatakan, memang sebelumnya Bahrain Kasuba diundang untuk ikut kegiatan partai salah satunya mempersatukan soal komunikasi politik ke sejumlah parpol karena Golkar Halsel hanya 3 kursi sehingga perlu 3 kursi dari partai lain lagi namun hal itu tidak bisa dipenuhi sang Eks Politisi PKS itu.
“Kan diundang ke DPP untuk agenda partai Golkar namun dari rangkaian agenda itu, Bahrain tak mampu menjabarkan itu untuk diyakini sebab ini langkah antisipasi agar tidak terulang seperti pilkada lalu,” bebernya.
Dia menjelaskan seperti komunikasi ke Partai Gerindra ini nama Bahrain tidak ada, ini yang menjadi keraguan besar sehingga paketan yang akan Final bukan Bahrain-Umar melainkan Eka-Umar.
“Partai Gerindra nama Bahrain tidak ada, ini juga antisipasi agar jangan memalukan seperti di Pilkada lalu Incumbent tapi tidak dapat partai,” tandasnya.
Terpisah Bahrain Kasuba ketika dikonfirmasi soal informasi tersebut enggan memberikan tanggapan.
Mantan Ketua DPRD Halsel 2009-20215 itu memilih diam seribu bahasa. Bahkan anggota DPRD 3 Periode itu fokus konsilidasi ke masyarakat ketimbang menanggapi bubarnya paketan dirinya dan Umar tersebut.
Sementara Umar Hi Soleman juga demikian. Mantan ketua DPRD Halsel ini tidak menanggapi paketan Eka-Umar.
Bos Pertamina Halsel ini rupahnya akan paket dengan Istri mendiang Bupati Halsel Usman Sidik.
Untuk Eka Dahliani Abusama yang juga Kabid Bina Marga DPUPR Malut dalam upaya konfirmasi.
Hingga berita ini naik, Plt Kadis PUPR Malut ini belum berhasil dikonfirmasi.
Untuk diketahui bila Bahrain Kasuba gagal bertarung maka toko Togale tunggal di Pilkada Halsel yakni Bassam Kasuba yang juga Bupati Halsel aktif saat ini.(red)
(red)












