Astaga! Camat Obi Tarik Baju Paskibraka, Anggota dan Orang Tua Kecewa

Minggu, 3 September 2023

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ilustrasi paskibraka (foto, viva.co.id).

Ilustrasi paskibraka (foto, viva.co.id).

Obi – Anggota paskibraka kecamatan Obi, kabupaten Halmahera Selatan, merasa kecewa karena harus mengembalikan baju paski yang mereka kenakan saat mengibarkan bendera pusaka di HUT RI ke-78. Mereka berharap baju paski bisa menjadi kenang-kenangan, namun camat Obi menolak dan mengambil kembali baju tersebut.

Salah satu anggota paskibraka yang mewakili teman-temannya, berinisial AS yang saat ini duduk di bangku kelas X, menceritakan kronologi pengambilan baju paskibraka oleh camat Obi.

“Iya awalnya usai kegiatan penaikan bendera dan penurunan bendera kami belum diinfokan untuk pengembalian pakaian, nanti setelah istirahat makan di tempat yang telah ditentukan, barulah datang salah satu pelatih kami yang akrab kami panggil pak Angki. Beliau mendatangi kami dan memberitahukan bahwa baju paski harus dikembalikan dengan bahasa bahwa baju itu dikembalikan untuk bisa ambil sertifikat pasibraka, jika tidak dikembalikan maka kami tidak bisa mengambil sertifikat paski kami,” kata AS kepada wartawan, Sabtu (2/9/2023).

Baca Juga :  Aksi Nyata 9 Naga, Sumbang Puluhan Semen ke Masjid Al-Muhajirin

AS mengaku merasa bimbang karena yang dia harapkan pakaian itu bisa dia miliki seperti kakak purna yang sebelum-sebelumnya. Namun kali ini harus dikembalikan.

“Berat hati kami untuk mengembalikan namun di sisi lain kami takut jika tidak kami kembalikan kami tidak akan mendapatkan sertifikat paski. Kesedihan kami ini kami rasakan bukan karena berapa besar uang yang diberikan namun satu-satunya bukti buat generasi kami harus ditarik kembali,” ujarnya.

AS menambahkan bahwa masalah ini sudah dia coba berdiskusi dengan orang tua yang juga telah siap untuk mengganti dengan uang agar pakaian tidak ditarik. Namun lagi-lagi hal itu ditolak oleh camat Obi sebagai penanggung jawab kegiatan.

“Hal ini membuat kami sebagai anggota paskibraka HUT-RI ke 78 Kecamatan Obi merasa sangat kecewa bahkan beberapa dari kami ada yang menangis atas kejadian ini. Dan bukan hanya itu bahkan yang katanya sertifikat namun yang kami dapat hanyalah piagam penghargaan saja, sedangkan menurut kakak purna paski kami di tahun-tahun sebelumnya mendapatkan selain piagam juga sertifikat sesuai yang disampaikan ke kami,” tuturnya.

Baca Juga :  Dorong Program PTSL Pemda Halsel dan Badan Pertanahan Nasional Teken MoU

Sementara itu, salah satu orang tua dari anggota paski, menuturkan bahwa kemarin itu maunya anak-anak agar jangan dikembalikan lagi. Dirinya sempat bersama beberapa orang tua menemui camat tapi hasilnya nihil.

“Kami sebagai orang tua dari anggota paski berharap kalau bisa dibeli kami akan beli langsung ke camat,” ungkapnya.

Danton paski, Saiful, juga menjelaskan bahwa telah terjadi penarikan baju paski, padahal mereka telah meminta ke camat supaya baju itu menjadi kenang-kenangan. Camat berdalih baju itu ditarik agar bisa dimanfaatkan di tahun mendatang.

“Berdasarkan pengalaman di tahun sebelumnya tidak pernah terjadi hal seperti ini. Anggota paski secara keseluruhan ada 24 orang,” kata Saiful.

Baca Juga :  Fajri Mengelak Nama Hilman Terseret, Tanah Topsoil Ilegal Cari Tuan

Camat Obi, Ali Lajarahia, ketika dihubungi, membenarkan bahwa baju tersebut dikembalikan ke kecamatan. Dia bilang ambil baju itu untuk bisa digunakan tahun mendatang. Sikap ini menurut dia adalah bentuk penghematan anggaran alias efisiensi dana supaya tahun berikut bisa dipakai lagi.

“Total anggaran yang digelontorkan untuk pengadaan baju tersebut senilai Rp 32.500.000. Dana itu dari kecamatan,” ucap Ali.

Ali juga mengatakan bahwa baju itu tidak mungkin dipakai tiap hari, jadi wajar jika harus dikembalikan. Sekalipun mereka nanti kelak ikut tes polisi, kan tidak mungkin bawa baju itu tapi justru sertifikat.

“Meskipun baju tersebut telah diukur sesuai size masing-masing anggota paski, berikut masih bisa dirubah alias dibenahi ketika nanti dipakai anggota yang baru,” tambahnya.

Berita Terkait

Tetapkan RDTR Pemda Halmahera Selatan Buka Ruang Investasi
Masyarakat Laigoma Kayoa Kembali Palang Kantor Desa
Desak Polda Maluku Utara Usut Tuntas Pelaku Pencuri Kapal Tongkang
Disperkim Halsel Pastikan Pembangunan 20 Unit MCK Leleojaya Tuntas
Ikbal Mustafa Ketum Masatawa Ucapkan Selamat HUT IKA-Togale Halsel ke 21 Tahun
Kadis Perkim Dampingi Bupati Halsel Tinjau Kesiapan MTQ 2027 di Gane Luar
Tantang Bupati Halsel Copot Kades Laigoma Samsul Marwa
Bupati Halsel Resmi Tutup Pemuda Kukupang Cup 2026
Berita ini 12 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 6 Oktober 2026 - 15:40 WIB

Tetapkan RDTR Pemda Halmahera Selatan Buka Ruang Investasi

Selasa, 6 Oktober 2026 - 15:29 WIB

Masyarakat Laigoma Kayoa Kembali Palang Kantor Desa

Kamis, 1 Oktober 2026 - 09:58 WIB

Desak Polda Maluku Utara Usut Tuntas Pelaku Pencuri Kapal Tongkang

Rabu, 30 September 2026 - 13:36 WIB

Disperkim Halsel Pastikan Pembangunan 20 Unit MCK Leleojaya Tuntas

Rabu, 30 September 2026 - 13:25 WIB

Ikbal Mustafa Ketum Masatawa Ucapkan Selamat HUT IKA-Togale Halsel ke 21 Tahun

Berita Terbaru

Bupati Halsel Buka Focus Group Discussion (FGD) I RDTR dan Konsultasi Publik I Kajian Lingkungan Hidup Strategis (KLHS). Foto Sadam Hadi|Segmen

Berita Terkini

Tetapkan RDTR Pemda Halmahera Selatan Buka Ruang Investasi

Selasa, 6 Okt 2026 - 15:40 WIB

Kantor Desa Laigoma Kecamatan Kayoa, Kabupaten Halmahera Selatan. Foto Sadam Hadi|Segmen

Berita Terkini

Masyarakat Laigoma Kayoa Kembali Palang Kantor Desa

Selasa, 6 Okt 2026 - 15:29 WIB

Ilustrasi Pencurian Kapal Tongkang

Berita Terkini

Desak Polda Maluku Utara Usut Tuntas Pelaku Pencuri Kapal Tongkang

Kamis, 1 Okt 2026 - 09:58 WIB

Ir. Ikbal Mustafa, ST., MT Kadis Perkimtan Halsel. Foto Sadam Hadi|Segmen

Berita Terkini

Disperkim Halsel Pastikan Pembangunan 20 Unit MCK Leleojaya Tuntas

Rabu, 30 Sep 2026 - 13:36 WIB