Mafia Fee Dibalik Mega Proyek RSP Makian Halsel

Selasa, 16 April 2024

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ilustrasi uang fee proyek RSP Makian

Ilustrasi uang fee proyek RSP Makian

LABUHA – Proyek pembangunan Rumah Sakit Pratama (RSP) Kecamatan Makian mangkrak akibat kebesaran fee proyek yang dipatok oleh pejabat di Halmahera Selatan (Halsel) Provinsi Maluku Utara.

Proyek yang dibangun tahun 2023 lalu dengan sumber anggaran Dana Alokasi Khusus (DAK) 44 miliar dari Kementrian Kesehatan Repoblik Indonesia amburadul.

Hanya 25 persen progres pembangunan RSP Makian yang berhasil dibangun oleh pihak rekanan CV. Bina Bangun Sakti. Mangkrak mega proyek itu rupanya diduga ada biang keladinya.

Informasi yang dihimpun segmen.co.id menyebutkan praktek mafia fee proyek diduga terjadinya buntut mengapa mega proyek RSP Makian itu mangkrak.

Belakangan, Bupati Halsel Hasan Ali Bassam Kasuba yang baru menjabat setelah proyek itu berjalan dan mangkrak justru kena getahnya.

Baca Juga :  Tokoh Masyarakat Obi Pasang Badan Bela PT Harita Nickel Terkait Tuduhan Pencemaran Lingkungan

Entah kepentingan politik atau apa? padahal orang nomor satu di Halsel saat ini bertekad melanjutkan pembangunannya justru dituding berbohong, padahal pihak rekanan juga mengakui bakal melanjutkan pekerjaan tersebut.

”Ada nuansa, pihak tertentu menghendaki permasalahan pembangunan di RSP Pulau Makian bermasalah sehingga bisa dikelola sebagai isu politik mendiskreditkan Bupati Bassam Basuba,” kata salah satu sumber terpercaya segmen.co.id, Senin (15/04).

Dia mengungkapkan, perusahan kontraktor diduga kena palak fee proyek tinggi sehingga dana awal tidak bisa membiayai maksimal pekerjaan proyek di lapangan.

“Kabarnya perusahan kena patok fee proyek sejak pencairan awal puluhan persen sehingga dana perusahan melemah tidak bisa membiayai operasional proyek,” ungkapnya.

Baca Juga :  Bupati Bassam Jamu Mahasiswa UGM KKN di Halsel

Sayangnya kata dia, tidak menyebut jelas siapa pejabat Dinas Kesehatan Halsel atau petinggi lainnya di bumi Saruma yang terlibat dalam mafia fee proyek.

Dikatakannya, tidak menunjuk langsung posisi jabatan yang sangat mungkin mempengaruhi kebijakan tender dan pelaksanaan proyek.

Menurutnya, mangkraknya proyek RSP Makian belakangan permasalahannya dialamatlan kepada Bupati Bassam Kasuba, padahal Bassam waktu itu masih jabat sebagai Wakil Bupati yang tidak punya kuasa apa-apa terhadap tender dan pelaksanaan awal namun akhir-akhir ini seolah-olah mangkraknya pembangunan Bassam dituntut menampung semua residu atau racun dari kerja mafia proyek ini.

Lebih jauh lagi, dia menjelaskan, padahal dengan niat baik Bupati Bassam bertegad tetap melanjutkan kebijakan anggaran yang telah disahkan pada era sebelumnya perlu diapresiasi.

Baca Juga :  Politeknik Wiratama Maluku Utara Gelar Kegiatan Kemahasiswaan yang Seru, Ada Lomba Karaoke!

“Bupati Bassam pemimpin yang sangat peduli rakyat Makian ya. Contoh RSP Makian dan pembangunan jalan juga pak Bassam ngotot harus lanjutkan walau sempat mangkrak,” imbuhnya.(red)

Berita Terkait

Wabup Halmahera Selatan Jawab Dua Ranperda 
Berita Skandal Lelang Cathlab Tiga Wartawan Dipolisikan, PWI Halsel Kecam Iksan Kaleserang
Pemda Halsel Dorong Penggunaan Aset Daerah Dioptimalkan
Tetapkan RDTR Pemda Halmahera Selatan Buka Ruang Investasi
Masyarakat Laigoma Kayoa Kembali Palang Kantor Desa
Desak Polda Maluku Utara Usut Tuntas Pelaku Pencuri Kapal Tongkang
Disperkim Halsel Pastikan Pembangunan 20 Unit MCK Leleojaya Tuntas
Kadis Perkim Dampingi Bupati Halsel Tinjau Kesiapan MTQ 2027 di Gane Luar
Berita ini 4 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 8 Oktober 2026 - 00:29 WIB

Wabup Halmahera Selatan Jawab Dua Ranperda 

Rabu, 7 Oktober 2026 - 15:42 WIB

Berita Skandal Lelang Cathlab Tiga Wartawan Dipolisikan, PWI Halsel Kecam Iksan Kaleserang

Rabu, 7 Oktober 2026 - 09:12 WIB

Pemda Halsel Dorong Penggunaan Aset Daerah Dioptimalkan

Selasa, 6 Oktober 2026 - 15:40 WIB

Tetapkan RDTR Pemda Halmahera Selatan Buka Ruang Investasi

Selasa, 6 Oktober 2026 - 15:29 WIB

Masyarakat Laigoma Kayoa Kembali Palang Kantor Desa

Berita Terbaru

Helmi Umar Mukshin Wakil Bupati Halmahera Selatan. Foto Sadam Hadi|Segmen

Berita Terkini

Wabup Halmahera Selatan Jawab Dua Ranperda 

Kamis, 8 Okt 2026 - 00:29 WIB

Rapat Kordinasi Penggunaan Aset Daerah yang dipimpin Wakil Bupati Halsel Helmi Umar Mukhsin. Foto Sadam Hadi|Segmen

Berita Terkini

Pemda Halsel Dorong Penggunaan Aset Daerah Dioptimalkan

Rabu, 7 Okt 2026 - 09:12 WIB

Bupati Halsel Buka Focus Group Discussion (FGD) I RDTR dan Konsultasi Publik I Kajian Lingkungan Hidup Strategis (KLHS). Foto Sadam Hadi|Segmen

Berita Terkini

Tetapkan RDTR Pemda Halmahera Selatan Buka Ruang Investasi

Selasa, 6 Okt 2026 - 15:40 WIB

Kantor Desa Laigoma Kecamatan Kayoa, Kabupaten Halmahera Selatan. Foto Sadam Hadi|Segmen

Berita Terkini

Masyarakat Laigoma Kayoa Kembali Palang Kantor Desa

Selasa, 6 Okt 2026 - 15:29 WIB