LABUHA – Diduga konsumsi alkohol oknum Anggota (TNI) pukul Samuel Ahasweros Ahiyate, salah satu pengurus Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Halmahera Selatan (Halsel) Provinsi Maluku Utara, pada Rabu 15 Juli 2026.
Kejadian tersebut di arena Nonton Bareng (Nobar) Piala Dunia yang bertempat di Coffe Palm, Desa Tomori, Kecamatan Bacan, Kota Labuha Halsel.
Menurut Samuel, pemukulan tersebut bermula saat dirinya asyik Nobar jalannya pertandingan Piala Dunia antara Prancis kontra Spanyol sambil bereforia atas kekalahan Prancis pada laga tersebut menjelang akhir pertandingan dirinya tiba-tiba ditampar oleh oknum anggota TNI tersebut.
“Saya juga tidak tahu menahu, tiba-tiba saya ditampar oleh yang bersangkutan. Padahal, saya hanya berteriak karena eforia atas kekalahan Prancis, menjelang akhir pertandingan kurang lebih sekitar pukul 05.50 Wit saya lalu di tampar, ” tutur muel.
Lebih lanjut Samuel mejelaskan bahwa parahnya ketika yang bersangkutan melakukan tindakan pemukulan tersebut menggunakan pakaian dinas TNI lengkap dan diduga sudah mengonsumsi minuman keras atau sedang mabuk.
“Yang saya sayangkan yang bersangkutan menggunakan dinas lengkap dan dalam kondisi mabuk. Atas kejadian tersebut saya meminta keadilan, yang bersangkutan harus diproses sesuai dengan ketentuan yang berlaku,” tukasnya.
Menanggapi pelaku penganiayaan oknum anggota TNI tersebut, Sadam Hadi CEO Jarum Media Grup mengecam keras tindakan oknum anggota TNI yang diketahui bertugas di Holding Desa Wayamiga tersebut.
Sadam yang juga Sekretaris PWI Halsel ini meminta Kodim/1509 Labuha dan Pimpinan Komando Resor Militer (Korem/152Babulla), Maluku Utara agar memproses oknum TNI terduga pelaku penganiayaan wartawan Samuel Ahayate yang juga Pimpinan Redaksi media online jarumsatu.com (Jarum Media Grup) tersebut.
“Kami minta dengan tegas Pimpinan Kodim Labuha Halsel maupun Korem Maluku Utara tidak ada alasan oknum pelaku penganiayaan wartawan di tempat Nobar wajib diproses. Sebab TNI itu mengayomi bukan menganiaya warga sipil ditempat umum,” singkat Sadam Hadi mengakhiri.
Untuk diketahui, berhubung karena tempat Nobar masih gelap pelaku belum diketahui identitas atau nama lengkapnya. Sebab usai memukul wartawan Samuel, pelaku langsung kabur dari Tempat Kejadian Perkara (TKP).
Namun puluhan saksi yang melihat secara langsung mengenal pelaku yang sehari-sehari bertugas di Holding Wayamiga.(red)












