Akademisi Universitas Indonesia Sebut Pengelolaan Air Limbah Harita Sudah Memenuhi

Rabu, 1 April 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

LABUHA – Di wilayah tambang, operasional yang bertanggung jawab dan berkelanjutan sangat ditentukan oleh pengelolaan sumber daya paling mendasar: air.

Di Desa Kawasi, Halmahera Selatan, mata air menjadi sumber utama kehidupan masyarakat. Pada saat yang sama, kawasan ini berada berdekatan dengan aktivitas pertambangan dan pengolahan nikel yang terus berkembang.

Dalam konteks ini, pengelolaan air tidak hanya bersifat teknis, tetapi juga menyangkut keseimbangan antara kebutuhan industri dan keberlanjutan lingkungan.Dosen Sekolah Ilmu Lingkungan Universitas Indonesia, Tri Edhi Budhi Soesilo, menegaskan bahwa keberlanjutan sumber air sangat bergantung pada cara manusia mengelola lingkungan.

“Boleh jadi, recharge sebenarnya cukup, tetapi karena perilaku manusia yang merusak lingkungan sekitar sumber air, airnya berkurang,” kata Budhi.

Baca Juga :  Dies Natalis ke 67, Maskur satukan Kader GMNI Malut

Ia juga menilai jalur mata air Kawasi tidak beririsan dengan sistem pengelolaan sedimentasi tambang, sehingga relatif terlindungi dari dampak operasional. Pemanfaatan air pun dipisahkan, dengan mata air digunakan untuk kebutuhan masyarakat, sementara operasional industri memanfaatkan air permukaan dari Danau Karo dan tidak menggunakan air tanah.

Pengujian kualitas air dilakukan secara berkala melalui laboratorium independen. Hasil uji pada April 2025 menunjukkan sejumlah indikator berada dalam batas aman, antara lain pH sebesar 7,87, kandungan Chromium Hexavalent (Cr-VI) yang sangat rendah, serta kadar oksigen yang masih sesuai standar.

“Berbagai upaya pengelolaan air oleh perusahaan itu, menurut saya, sudah memadai,” ujar Budhi.

Bagi masyarakat Kawasi, indikator paling nyata dari pengelolaan air adalah pengalaman sehari-hari. Salah satu warga, Yulius Langkodi, menyampaikan bahwa kondisi air bersih saat ini tidak lagi menjadi kekhawatiran utama.

Baca Juga :  Bupati Bassam Berhasil Datangkan 48 Miliar Bangun SPAM Makayoa 2026

“Urusan air bersih sudah nyaman,” ujarnya.

Pernyataan ini menjadi penting, mengingat dalam banyak wilayah tambang, persoalan air justru menjadi sumber utama konflik. Di Kawasi, air menjadi lebih dari sekadar sumber daya. Ia menjadi tolok ukur apakah keseimbangan antara aktivitas industri dan kehidupan masyarakat dapat dipertahankan. Hingga saat ini, keseimbangan itu masih terjaga.(red) 

Berita Terkait

ASN KPH Jual Tanah Topsoil Ilegal 30 DPR Halsel Tidur
Desak Pemda Halsel Percepat WPR Kusubibi
40 ASN Pemda Halmahera Selatan Ikut PKA 2026
Pemda Halsel Pelopor Penguatan Sistem Manajemen Talenta ASN
Terseret Kasus Jual Tanah Topsoil Polres Halsel Periksa Kades Hidayat
Uji Komitmen Kapolres Halsel Tutup Tambang Ilegal di Kali Raim Liaro
Fajri Ahmad Anak Buah Sherly di Halsel Jadi Tukang Jual Tanah Topsoil Ilegal
Tak Kantongi Izin DLH Halsel Akui Pengambilan Tanah Topsoil di Hidayat Ilegal
Berita ini 18 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 30 Juli 2026 - 10:32 WIB

ASN KPH Jual Tanah Topsoil Ilegal 30 DPR Halsel Tidur

Kamis, 30 Juli 2026 - 09:42 WIB

Desak Pemda Halsel Percepat WPR Kusubibi

Kamis, 30 Juli 2026 - 00:29 WIB

40 ASN Pemda Halmahera Selatan Ikut PKA 2026

Kamis, 30 Juli 2026 - 00:20 WIB

Pemda Halsel Pelopor Penguatan Sistem Manajemen Talenta ASN

Rabu, 29 Juli 2026 - 05:14 WIB

Terseret Kasus Jual Tanah Topsoil Polres Halsel Periksa Kades Hidayat

Berita Terbaru

Kantor DPRD Kabupaten Halmahera Selatan

Berita Terkini

ASN KPH Jual Tanah Topsoil Ilegal 30 DPR Halsel Tidur

Kamis, 30 Jul 2026 - 10:32 WIB

Sahmar M. Zen, Direktur PARADE Maluku Utara. foto Sadam Hadi|Segmen

Berita Terkini

Desak Pemda Halsel Percepat WPR Kusubibi

Kamis, 30 Jul 2026 - 09:42 WIB

Berita Terkini

40 ASN Pemda Halmahera Selatan Ikut PKA 2026

Kamis, 30 Jul 2026 - 00:29 WIB

Berita Terkini

Pemda Halsel Pelopor Penguatan Sistem Manajemen Talenta ASN

Kamis, 30 Jul 2026 - 00:20 WIB