Kasus Korupsi Dana BOK Puskesmas Gandasuli Naik Penyidikan

Senin, 2 November 2020

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Gedung Puskesmas Gandasuli, Kecamatan Bacan Selatan.

Gedung Puskesmas Gandasuli, Kecamatan Bacan Selatan.

LABUHA – Kepala Puskesmas Gandasuli, Kecanatan Bacan Selatan Yuliyanti Syha tersandung kasus tindak pidana kejahatan korupsi Bantuan Operasional Kesehatan tahun 2018-2019. Kasus tersebut telah ditangan Kejaksaan Negeri Halmahera Selatan.

Informasi yang dihimpun media ini menyebutkan tindak kejahatan itu ditaksirkan negara mengalami kerugian negara hingga ratusan juta rupiah. Yuliyanti diduga sunat dana BOK Puskesmas Gandasuli sejak tahun 2018-2019 bakal terancam pidana.

Informasi yang dihimpun media ini menyebutkan tindak kejahatan itu ditaksirkan negara mengalami kerugian hingga ratusan juta rupiah.

Kepala Seksi Intelijen Kejari Halsel, Ridwan Marban mengatakan, terkait kasus penyalagunaan dana BOK Puskesmas Gandasuli, tim penyidik Kejari Halmahera Selatan sudah melakukan gelar perkara pada bulan lalu, dari status kasus penyelidikan naik ke penyidikan.

Baca Juga :  Tanam Jagung 1 Hektare Pemdes Hidayat Dukung Ketahanan Pangan Presiden Prabowo

“Setelah ekspose perkara bulan kemaren perkara yang sebelumnya masih penyelidikan sekarang sudah naik ke tahap penyidikan,” kata Ridwan Via tukar pesan WhatsApp, Senin (02/11/2020).

Ridwan bilang, untuk sekaran tim penyidk Kejari Halmahera Selatan melakukan pendalaman kerugian negara atas kasus tersebut. Selanjutnya kata jika sudah diketahui kerugian negara maka segera ditetapkan tersangka.

“Dalam proses pendalaman mencari kerugian negara. Dan setelah adanya kerugian negara selanjutnya penetapan tersangka,” akunya.

Dalam kasus korupsi dana BOK ini sudah 12 orang saksi yang diperiksa penyidik Kejari Halmahera Selatan. “Saat ini sudah 12 saksi,” katanya.

Menurutnya untuk mengatahui kerugian negara internal Kejari Halmahera Selatan lebih dulu melakukan hitungan setelah itu baru ditunjuk lagi lembaga apa yang akan dipakai Kejari Halmahera Selatan sebagai auditor menghitung.

Baca Juga :  Bassam Kasuba Paparkan Visi-Misi Saat Kampanye di Jibubu

“Saat ini internal Kejari masih meng-akumulasi kerugian negaranya setelah itu dengan dasar hitungan itu, Kejari akan menentukan siapa yang akan dilbatkan sebagai auditor kerugian negara,” tandas Ridwan.

Hingga berita ini ditayang Kepala Puskesmas Gandasuli Nuriyanti belum bisa dapat dikonfirmasi secara resmi untuk memberikan keterangan.(sif/red)

Berita Terkait

Wabup Halmahera Selatan Jawab Dua Ranperda 
Berita Skandal Lelang Cathlab Tiga Wartawan Dipolisikan, PWI Halsel Kecam Iksan Kaleserang
Pemda Halsel Dorong Penggunaan Aset Daerah Dioptimalkan
Tetapkan RDTR Pemda Halmahera Selatan Buka Ruang Investasi
Masyarakat Laigoma Kayoa Kembali Palang Kantor Desa
Desak Polda Maluku Utara Usut Tuntas Pelaku Pencuri Kapal Tongkang
Disperkim Halsel Pastikan Pembangunan 20 Unit MCK Leleojaya Tuntas
Ikbal Mustafa Ketum Masatawa Ucapkan Selamat HUT IKA-Togale Halsel ke 21 Tahun
Berita ini 16 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 8 Oktober 2026 - 00:29 WIB

Wabup Halmahera Selatan Jawab Dua Ranperda 

Rabu, 7 Oktober 2026 - 15:42 WIB

Berita Skandal Lelang Cathlab Tiga Wartawan Dipolisikan, PWI Halsel Kecam Iksan Kaleserang

Rabu, 7 Oktober 2026 - 09:12 WIB

Pemda Halsel Dorong Penggunaan Aset Daerah Dioptimalkan

Selasa, 6 Oktober 2026 - 15:40 WIB

Tetapkan RDTR Pemda Halmahera Selatan Buka Ruang Investasi

Selasa, 6 Oktober 2026 - 15:29 WIB

Masyarakat Laigoma Kayoa Kembali Palang Kantor Desa

Berita Terbaru

Helmi Umar Mukshin Wakil Bupati Halmahera Selatan. Foto Sadam Hadi|Segmen

Berita Terkini

Wabup Halmahera Selatan Jawab Dua Ranperda 

Kamis, 8 Okt 2026 - 00:29 WIB

Rapat Kordinasi Penggunaan Aset Daerah yang dipimpin Wakil Bupati Halsel Helmi Umar Mukhsin. Foto Sadam Hadi|Segmen

Berita Terkini

Pemda Halsel Dorong Penggunaan Aset Daerah Dioptimalkan

Rabu, 7 Okt 2026 - 09:12 WIB

Bupati Halsel Buka Focus Group Discussion (FGD) I RDTR dan Konsultasi Publik I Kajian Lingkungan Hidup Strategis (KLHS). Foto Sadam Hadi|Segmen

Berita Terkini

Tetapkan RDTR Pemda Halmahera Selatan Buka Ruang Investasi

Selasa, 6 Okt 2026 - 15:40 WIB

Kantor Desa Laigoma Kecamatan Kayoa, Kabupaten Halmahera Selatan. Foto Sadam Hadi|Segmen

Berita Terkini

Masyarakat Laigoma Kayoa Kembali Palang Kantor Desa

Selasa, 6 Okt 2026 - 15:29 WIB