Pemukiman Baru Kawasi Penuhi Prinsip Kota Inklusif

Senin, 30 Maret 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

LABUHA – Peluncuran program pembangunan dan rehabilitasi 1.200 Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) oleh Pemerintah Provinsi Maluku Utara pada 2026 menandai perhatian yang semakin besar pada kualitas hunian masyarakat.

Program ini menjadi bagian dari upaya pemerintah daerah untuk memperkuat kesejahteraan warga melalui lingkungan tinggal yang lebih aman, sehat, dan layak.

Gambaran tentang bagaimana visi tersebut dapat diwujudkan juga terlihat dari berbagai inisiatif lain di tingkat daerah, salah satunya pengembangan permukiman baru di Desa Kawasi yang digagas Pemerintah Kabupaten Halmahera Selatan dengan dukungan Harita Nickel, sebagai contoh pendekatan kolaboratif dalam menghadirkan permukiman yang menunjang tumbuh kembang generasi berikutnya.

Pembangunan Kawasan Permukiman Baru Desa Kawasi di Pulau Obi dinilai telah memenuhi parameter kota modern yang ideal. Dosen Teknik Universitas Muhammadiyah Maluku Utara (UMMU), Rais D. Hi. Yusuf menyebut kawasan Permukiman Baru Kawasi telah mengimplementasikan tiga prinsip utama kota inklusif, yaitu livable (layak huni), smart (pintar), dan sustainable (berkelanjutan).

Baca Juga :  Bupati Bassam Hadiri Munas APKASI ke-VI di Sulut

Menurut Rais, sebuah kota inklusif harus memberikan akses pelayanan publik dan kesempatan ekonomi yang setara bagi seluruh warga tanpa memandang latar belakang.

“Permukiman Baru Desa Kawasi dirancang dengan pendekatan human-centered design, di mana pembangunan infrastruktur dasar, fasilitas sosial, hingga layanan publik difokuskan sepenuhnya pada kebutuhan dan kesejahteraan manusia,” ungkapnya.

Salah satu aspek teknis yang menonjol dalam pembangunan ini adalah pemanfaatan limbah industri berupa slag nikel sebagai pengganti agregat kasar dalam campuran beton. Rais menjelaskan penggunaan slag nikel dari fasilitas pemurnian Harita Nickel di Pulau Obi merupakan langkah nyata menuju industri konstruksi yang ramah lingkungan. Material ini ketika diaplikasi pada hunian permanen dan jalan lingkungan, menjadikannya struktur kokoh dan tahan guncangan.

“Slag nikel memiliki partikel sudut yang padat dan kandungan kimia seperti silika serta kapur yang mendukung proses hidrasi semen. Hasilnya, beton yang dihasilkan memiliki kualitas yang lebih baik, lebih tahan lama, dan secara signifikan mengurangi ketergantungan pada agregat alami,” jelas Magister Urban Design Universitas Gadjah Mada (UGM) ini.

Baca Juga :  Kantongi Golden Tiket Daftar ke KPU Halsel, Ribuan Pendukung Jemput Bassam 

Dari sisi tata ruang, Rais menyoroti penerapan konsep mixed-use and diverse city di Permukiman Baru Desa Kawasi. Konsep ini menggabungkan berbagai fungsi kegiatan meliputi tempat tinggal, area komersial, fasilitas publik, hingga ruang terbuka hijau dalam satu kawasan yang terintegrasi.

Ia menambahkan, berdasarkan aspek dan kriteria dari ketentuan Kementerian Pekerjaan Umum Nomor 2 Tahun 2016, Permukiman Baru Kawasi telah memenuhi kriteria Eco-Settlement (Permukiman Ekologis).

“Kawasan Kawasi bukan sekadar permukiman biasa, melainkan contoh konkret bagaimana aspek sosial, ekonomi, dan ekologi diseimbangkan. Ini bisa menjadi benchmark dalam perencanaan dan perancangan kawasan permukiman kota di wilayah lain, terutama di lingkar industri,” pungkas Rais.

Penjabaran Rais selaku akademisi sejalan dengan apa yang dirasakan oleh warga yang telah menghuni Pemukiman Baru Desa Kawasi. Salah satunya adalah Yunince, yang mengatakan permukiman baru menghadirkan lingkungan yang lebih bersih dan nyaman dibandingkan tempat tinggal sebelumnya.

Baca Juga :  Bupati Usman soal jalan Obi : saya jadi garda terdepan

“Kalau hujan tidak becek, kalau panas tidak berdebu, Di sini listrik dan air 24 jam penuh. Kami juga pakai pendingin ruangan (AC) di sini,” sebut Yunince.

Hal serupa disampaikan Nur Eneng Rahmat (33), yang merasakan perubahan besar dalam kenyaman dan ketenangan di Pemukiman Baru Kawasi. Tak hanya itu, Nur Eneng mengatakan di Pemukiman Baru terbuka peluang ekonomi bagi warga. Seperti dirinya sendiri yang mengelola usaha penjualan sembako dan sayur.

“Omzet harian saya mencapai Rp1-2 juta. Di Pemukiman Baru Desa Kawasi peluang ekonomi bagi saya terbuka lebar. Hidup di sini juga lebih tertata, bertemu tetangga lebih sering, kegiatan keagamaan juga aktif,” ujarnya.

Di Obi, perubahan kualitas rumah perlahan mengubah cara masyarakat memandang masa depan. Lingkungan yang lebih tertata memberi ruang bagi interaksi sosial yang lebih sehat, sementara fasilitas dasar yang memadai membantu keluarga menjalani kehidupan sehari-hari dengan lebih tenang.(red) 

Berita Terkait

Wabup Halmahera Selatan Jawab Dua Ranperda 
Berita Skandal Lelang Cathlab Tiga Wartawan Dipolisikan, PWI Halsel Kecam Iksan Kaleserang
Pemda Halsel Dorong Penggunaan Aset Daerah Dioptimalkan
Tetapkan RDTR Pemda Halmahera Selatan Buka Ruang Investasi
Masyarakat Laigoma Kayoa Kembali Palang Kantor Desa
Desak Polda Maluku Utara Usut Tuntas Pelaku Pencuri Kapal Tongkang
Disperkim Halsel Pastikan Pembangunan 20 Unit MCK Leleojaya Tuntas
Ikbal Mustafa Ketum Masatawa Ucapkan Selamat HUT IKA-Togale Halsel ke 21 Tahun
Berita ini 27 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 8 Oktober 2026 - 00:29 WIB

Wabup Halmahera Selatan Jawab Dua Ranperda 

Rabu, 7 Oktober 2026 - 15:42 WIB

Berita Skandal Lelang Cathlab Tiga Wartawan Dipolisikan, PWI Halsel Kecam Iksan Kaleserang

Rabu, 7 Oktober 2026 - 09:12 WIB

Pemda Halsel Dorong Penggunaan Aset Daerah Dioptimalkan

Selasa, 6 Oktober 2026 - 15:40 WIB

Tetapkan RDTR Pemda Halmahera Selatan Buka Ruang Investasi

Selasa, 6 Oktober 2026 - 15:29 WIB

Masyarakat Laigoma Kayoa Kembali Palang Kantor Desa

Berita Terbaru

Helmi Umar Mukshin Wakil Bupati Halmahera Selatan. Foto Sadam Hadi|Segmen

Berita Terkini

Wabup Halmahera Selatan Jawab Dua Ranperda 

Kamis, 8 Okt 2026 - 00:29 WIB

Rapat Kordinasi Penggunaan Aset Daerah yang dipimpin Wakil Bupati Halsel Helmi Umar Mukhsin. Foto Sadam Hadi|Segmen

Berita Terkini

Pemda Halsel Dorong Penggunaan Aset Daerah Dioptimalkan

Rabu, 7 Okt 2026 - 09:12 WIB

Bupati Halsel Buka Focus Group Discussion (FGD) I RDTR dan Konsultasi Publik I Kajian Lingkungan Hidup Strategis (KLHS). Foto Sadam Hadi|Segmen

Berita Terkini

Tetapkan RDTR Pemda Halmahera Selatan Buka Ruang Investasi

Selasa, 6 Okt 2026 - 15:40 WIB

Kantor Desa Laigoma Kecamatan Kayoa, Kabupaten Halmahera Selatan. Foto Sadam Hadi|Segmen

Berita Terkini

Masyarakat Laigoma Kayoa Kembali Palang Kantor Desa

Selasa, 6 Okt 2026 - 15:29 WIB