Bupati Halsel Sikapi Pengusiran Wartawan, Bentuk Tim Investigasi Pelanggaran di Kusu Island Resort

Selasa, 18 Agustus 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Bupati Halmahera Selatan Hasan Ali Bassam kasuba. Foto Cecep

Bupati Halmahera Selatan Hasan Ali Bassam kasuba. Foto Cecep

LABUHA – Bupati Halmahera Selatan (Halsel) Hasan Ali Bassam Kasuba angkat bicara soal polemik Kusu Island Resort di Desa Sabatang, Kecamatan Bacan Timur.

Bassam mengemukakam, Pemerintah Daerah Halsel akan menginvestigasi berbagai persoalan yang mencuat di kawasan resort tersebut, termasuk dugaan penghalangan kerja jurnalistik.

Polemik itu mencuat setelah adanya dugaan penolakan terhadap wartawan oleh pengelola Kusu Island Resort, Barbara dan sejumlah pihak lainnya. Di saat bersamaan, aktivitas resort juga menjadi sorotan publik lantaran muncul dugaan persoalan bisnis ilegal, penebangan mangrove, kerusakan lingkungan, pembangunan jetty yang diduga tak sesuai peruntukan kawasan, penggalian sumur, hingga penggunaan kayu yang disebut tak mengantongi izin dari otoritas kehutanan.

Baca Juga :  Kajati Malut Bakal Tindak Oknum Jaksa Penerima Suap

Lanjut Bassam, Pemerintah Daerah Halsel tidak akan mengambil kesimpulan sebelum kondisi di lapangan diperiksa. Investigasi, kata dia, akan dilakukan dengan merujuk pada aturan dan produk hukum yang berlaku.

“Jadi persoalan di Kusu Island Resort kami pastikan melakukan investigasi agar mengecek kondisi riilnya seperti apa di lokasi. Prinsipnya kita menjunjung tinggi kebebasan dan kemerdekaan pers tetapi harus juga menjaga wilayah privasi agar tidak ada benturan kepentingan,” ujar Bassam usai resepsi kenegaraan HUT ke-81 RI di Aula Kantor Bupati, Senin 17 Agustus 2026 dini hari.

Bassam menegaskan pemerintah daerah mendukung kebebasan pers. Ia juga menyatakan tak menginginkan adanya tindakan yang menghambat wartawan menjalankan tugas jurnalistik.

Baca Juga :  Sambut Ramadhan, Pemkab Halsel Matangkan Kesiapan Kegiatan Spritual

“Sebagai kepala daerah sangat mendukung kemerdekaan dan kebebasan pers di Indonesia lebih khususnya Halmahera Selatan. Untuk itu, secara mendasar tidak mengharapkan kejadian penolakan wartawan atau ada penghalangan kerja jurnalistik dalam bentuk penolakan ataupun tindakan pengancaman dari pengelola resort,” papar Bassam.

Menurut dia, pengawasan terhadap aktivitas usaha, termasuk usaha yang melibatkan investor asing, tak cukup dilakukan pemerintah sendiri. Pengawasan harus melibatkan sejumlah unsur yang memiliki fungsi kontrol di masyarakat.

Bassam menyebut pendekatan itu sebagai pentahelix. Lima unsur yang dimaksud adalah pemerintah, akademisi, dunia usaha, masyarakat, dan media.

“Fungsi pentahelix dimaksud adalah pengawasan secara bersama-sama meliputi instansi pemerintah, akademisi, pelaku usaha atau badan usaha (Bisnis), masyarakat (komunitas), dan Media. Model ini bertujuan untuk mencapai tujuan bersama dalam pembangunan, inovasi, atau penyelesaian masalah,” tandasnya.

Baca Juga :  Pemukiman Baru Kawasi Penuhi Prinsip Kota Inklusif

Orang nomor 1 di bumi Saruman ini menjelaskan Pemerintah Daerah Halsel kini menghadapi pekerjaan untuk membuktikan pernyataan tersebut di lapangan. Investigasi menjadi penting bukan hanya untuk menjernihkan polemik antara pengelola resort dan pekerja pers, tetapi juga untuk memeriksa berbagai dugaan pelanggaran yang telah menjadi perhatian publik.

Hasil pemeriksaan nantinya akan menjadi pijakan pemerintah daerah untuk menentukan langkah terhadap aktivitas Kusu Island Resort sesuai aturan yang berlaku.(red) 

Berita Terkait

Wabup Halmahera Selatan Jawab Dua Ranperda 
Berita Skandal Lelang Cathlab Tiga Wartawan Dipolisikan, PWI Halsel Kecam Iksan Kaleserang
Pemda Halsel Dorong Penggunaan Aset Daerah Dioptimalkan
Tetapkan RDTR Pemda Halmahera Selatan Buka Ruang Investasi
Masyarakat Laigoma Kayoa Kembali Palang Kantor Desa
Desak Polda Maluku Utara Usut Tuntas Pelaku Pencuri Kapal Tongkang
Disperkim Halsel Pastikan Pembangunan 20 Unit MCK Leleojaya Tuntas
Ikbal Mustafa Ketum Masatawa Ucapkan Selamat HUT IKA-Togale Halsel ke 21 Tahun
Berita ini 29 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 8 Oktober 2026 - 00:29 WIB

Wabup Halmahera Selatan Jawab Dua Ranperda 

Rabu, 7 Oktober 2026 - 15:42 WIB

Berita Skandal Lelang Cathlab Tiga Wartawan Dipolisikan, PWI Halsel Kecam Iksan Kaleserang

Rabu, 7 Oktober 2026 - 09:12 WIB

Pemda Halsel Dorong Penggunaan Aset Daerah Dioptimalkan

Selasa, 6 Oktober 2026 - 15:40 WIB

Tetapkan RDTR Pemda Halmahera Selatan Buka Ruang Investasi

Selasa, 6 Oktober 2026 - 15:29 WIB

Masyarakat Laigoma Kayoa Kembali Palang Kantor Desa

Berita Terbaru

Helmi Umar Mukshin Wakil Bupati Halmahera Selatan. Foto Sadam Hadi|Segmen

Berita Terkini

Wabup Halmahera Selatan Jawab Dua Ranperda 

Kamis, 8 Okt 2026 - 00:29 WIB

Rapat Kordinasi Penggunaan Aset Daerah yang dipimpin Wakil Bupati Halsel Helmi Umar Mukhsin. Foto Sadam Hadi|Segmen

Berita Terkini

Pemda Halsel Dorong Penggunaan Aset Daerah Dioptimalkan

Rabu, 7 Okt 2026 - 09:12 WIB

Bupati Halsel Buka Focus Group Discussion (FGD) I RDTR dan Konsultasi Publik I Kajian Lingkungan Hidup Strategis (KLHS). Foto Sadam Hadi|Segmen

Berita Terkini

Tetapkan RDTR Pemda Halmahera Selatan Buka Ruang Investasi

Selasa, 6 Okt 2026 - 15:40 WIB

Kantor Desa Laigoma Kecamatan Kayoa, Kabupaten Halmahera Selatan. Foto Sadam Hadi|Segmen

Berita Terkini

Masyarakat Laigoma Kayoa Kembali Palang Kantor Desa

Selasa, 6 Okt 2026 - 15:29 WIB