FPM-MU Dorong Kuota Kelulusan Anak Daerah Capai 90 persen

Jumat, 8 September 2023

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Penyerahan draf pokok aspirasi oleh ketua umum FPM-MU Helmi Husni kepada Komisi I DPRD Malut (foto, FPM-MU)

Penyerahan draf pokok aspirasi oleh ketua umum FPM-MU Helmi Husni kepada Komisi I DPRD Malut (foto, FPM-MU)

Ternate – Forum Peduli Masyarakat Maluku Utara (FPM-MU) menemui Komisi I DPRD Provinsi Maluku Utara, Kamis (7/9/2023), dengan agenda Rapat Dengar Pendapat (RDP) terkait seleksi penerimaan CPNS dan TNI-POLRI di daerah ini.

Dalam agenda tersebut, FPM-MU mengusulkan agar kuota penerimaan CPNS dan TNI-POLRI di Maluku Utara diberikan prioritas kepada putra-putri daerah dengan persentase 90%.

Hal ini bertujuan untuk membantu kemajuan daerah dan menghindari marginalisasi anak-anak Maluku Utara.

Sebagaimana tertuang dalam poin aspirasi FPM-MU, Secara garis besar Putra putri Maluku Utara yang dimaksud adalah :

1. Orang-orang pribumi Maluku Utara maupun percampuran Maluku Utara dengan wilayah lainnya yang telah hidup secara turun temurun di Maluku Utara.

2. Penduduk luar dari wilayah Maluku Utara yang telah terdaftar sebagai penduduk diwilayah Maluku Utara selama 3 tahun terakhir.

Baca Juga :  YBH Justice Halsel siap beri layanan Hukum Gratis

3. Orang orang pribumi maupun percampuran Maluku Utara dengan wilayah lainnya yang hidup diluar wilayah Maluku Utara namun memiliki hubungan pertalian baik secara biologis, emosionil dan historis dengan wilayah Maluku Utara.

4. Bukan orang yang datang tiba tiba ( diluar poin 1,2, dan 3 diatas) dan melakukan pengurusan dokumen penduduk untuk mengambil peluang dan memanfaatkan momentum penerimaaan ASN TNI-POLRI dan lainnya di wilayah Maluku Utara.

Sekretaris Umum FPM-MU, M Chaisar Efendi, mengatakan bahwa RDP dengan Komisi I DPRD Provinsi Maluku Utara merupakan tindak lanjut dari petisi yang dilakukan FPM-MU sebelumnya.

Ia juga menambahkan bahwa apa yang FPM-MU sampaikan hari ini juga dalam rangka membantu pemerintah pusat untuk menjaga kestabilan politik di daerah yang mana salah satunya dampak langkah perwujudannya akan mengantisipasi terjadinya kesenjangan sosial di daerah.

Baca Juga :  Resmi Buka Musrembang Bupati Halsel Sebut Kerja OPD Pakai Gaya Lama

“Saya yakin bahwa anggota DPRD masing-masing fraksi bisa memahami apa yang menjadi poin tuntutan kami,” kata Chaisar.

Sementara itu, anggota Komisi I DPRD Provinsi Maluku Utara yang hadir dalam RDP tersebut memberikan apresiasi kepada FPM-MU atas aspirasi yang disampaikan.

Mereka berjanji akan mengambil langkah-langkah untuk mengawal dan menindaklanjuti aspirasi tersebut.Salah satu langkah yang diusulkan adalah membentuk panitia kerja (Panja) untuk membahas masalah kuota penerimaan CPNS dan TNI-POLRI di Maluku Utara.

Bahkan, ada usulan untuk melahirkan peraturan daerah (Perda) terkait hal ini.

Anggota Komisi I DPRD Provinsi Maluku Utara dari Fraksi Berkarya, Zainal Samad, mengatakan bahwa masalah kuota penerimaan CPNS dan TNI-POLRI merupakan hal penting yang kurang dipikirkan oleh banyak masyarakat di daerah.

Ia menilai bahwa FPM-MU masih punya peduli terhadap upaya dalam mengawal masalah ini.

Baca Juga :  Kodim 1509 Labuha Kibarkan Merah Putih Tegaskan Status Pulau Widi

“Di tengah eksploitasi tambang di Maluku Utara, bahkan tenaga kerja yang mungkin lebih banyak dari luar daerah, sudah tentu hal ini patut disayangkan. Dimana putra-putri kita bisa termarjinalkan, nah Komisi I akan selalu bersama FPM-MU dalam hal semacam ini,” ucap Zainal.

Zainal juga mengaku bahwa Komisi I akan terus mengawal aspirasi yang disodorkan FPM-MU dan akan dibahas dalam rapat paripurna mendatang.

Ia berharap perubahan nyata ini akan lebih mudah jika pemerintahan telah berganti. Ia menuding Gubernur Maluku Utara Abdul Ghani Kasuba gagal karena tidak pernah mengevaluasi kaitan dengan masyarakatnya yang terakomodir dalam penerimaan CPNS ataupun TNI-POLRI.

“Harapan saya pemerintah cepat berganti, supaya apa yang disuarakan FPM-MU cepat terealisasi,” kata Zainal.

Berita Terkait

Wabup Halmahera Selatan Jawab Dua Ranperda 
Berita Skandal Lelang Cathlab Tiga Wartawan Dipolisikan, PWI Halsel Kecam Iksan Kaleserang
Pemda Halsel Dorong Penggunaan Aset Daerah Dioptimalkan
Tetapkan RDTR Pemda Halmahera Selatan Buka Ruang Investasi
Masyarakat Laigoma Kayoa Kembali Palang Kantor Desa
Desak Polda Maluku Utara Usut Tuntas Pelaku Pencuri Kapal Tongkang
Disperkim Halsel Pastikan Pembangunan 20 Unit MCK Leleojaya Tuntas
Ikbal Mustafa Ketum Masatawa Ucapkan Selamat HUT IKA-Togale Halsel ke 21 Tahun
Berita ini 6 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 8 Oktober 2026 - 00:29 WIB

Wabup Halmahera Selatan Jawab Dua Ranperda 

Rabu, 7 Oktober 2026 - 15:42 WIB

Berita Skandal Lelang Cathlab Tiga Wartawan Dipolisikan, PWI Halsel Kecam Iksan Kaleserang

Rabu, 7 Oktober 2026 - 09:12 WIB

Pemda Halsel Dorong Penggunaan Aset Daerah Dioptimalkan

Selasa, 6 Oktober 2026 - 15:40 WIB

Tetapkan RDTR Pemda Halmahera Selatan Buka Ruang Investasi

Selasa, 6 Oktober 2026 - 15:29 WIB

Masyarakat Laigoma Kayoa Kembali Palang Kantor Desa

Berita Terbaru

Helmi Umar Mukshin Wakil Bupati Halmahera Selatan. Foto Sadam Hadi|Segmen

Berita Terkini

Wabup Halmahera Selatan Jawab Dua Ranperda 

Kamis, 8 Okt 2026 - 00:29 WIB

Rapat Kordinasi Penggunaan Aset Daerah yang dipimpin Wakil Bupati Halsel Helmi Umar Mukhsin. Foto Sadam Hadi|Segmen

Berita Terkini

Pemda Halsel Dorong Penggunaan Aset Daerah Dioptimalkan

Rabu, 7 Okt 2026 - 09:12 WIB

Bupati Halsel Buka Focus Group Discussion (FGD) I RDTR dan Konsultasi Publik I Kajian Lingkungan Hidup Strategis (KLHS). Foto Sadam Hadi|Segmen

Berita Terkini

Tetapkan RDTR Pemda Halmahera Selatan Buka Ruang Investasi

Selasa, 6 Okt 2026 - 15:40 WIB

Kantor Desa Laigoma Kecamatan Kayoa, Kabupaten Halmahera Selatan. Foto Sadam Hadi|Segmen

Berita Terkini

Masyarakat Laigoma Kayoa Kembali Palang Kantor Desa

Selasa, 6 Okt 2026 - 15:29 WIB