 |
| Mahasiswa bersama Ketua Prodi Geografi STKIP Kieraha, Alwi Lamasinu (tengah) dan pemantik Mohammad Riva (kacamata) berpose di depan ruang kegiatan di Lantai III Gedung C STKIP Keiaraha. Dalam pelathan ini diikuti mahasiswa semester 5 dan 7 yang berjumlah 42 orang. |
Program Studi (Prodi) Pendidikan Geografi STKIP Kie Raha Ternate, Maluku Utara melaksanakan pelatihan dasar system informasi geografis atau SIG dan pembuatan peta digital menggunakan Software ArcgGis, Senin (30/9). Pelatihan ini di bimbing langsung oleh Kepala BMKG Emalamo Kepulauan Sula Mohammad Riva.
Ketua Prodi Geografi STKIP, Alwi Lamasinu menuturkan, pelatihan ini memang khusus dilaksanakan tiap senin hingga akhir semester ganjil. Ini dilakukan sebagai wujud misi program studi di 2025. “Saya lebih berkeinginan bahwa Geografi STKIP Kie Raha Ternate punya icon atau khas tersendiri di bandingkan program studi geografi lainnya di Maluku Utara,” kata Alwi.
Menurutnya, sebelum ikut pelatihan, para mahasiswa semester 5 dan 7 itu diharuskan menyiapkan segala persiapan dengan matang salah satunya laptop. Peserta berikutnya dikasih materi dasar cara meginstal ArcGis 10.3 dan 10.4.
“ArcGis adalah salah satu software yang dikembangkan Environ Science dan Researh Institute (Esri) yang merupakan komplikasi GIS. Lewat pelatihan ini tentu mahasiswa geografi dapat mengelola data yang memiliki informasi spasial atau keruangan,” kata Alwi menjelaskan.
Alwi bilang, dalam pelatihan ini para alumni yang tersebar di kabupaten dan kota boleh ikut. “Tidak hanya difokuskan pada mahasiswa saja, kepada teman-teman alumni yang bersedia ikut prodi siap melayani dengan Motto S2P; Senyum, Sapa dan Puas. Berharap kedepan para alumni Geografi tidak alami kesukaran di lapangan terutama di bidang SIG,” katanya. “Pintu terbuka lebar bagi para alumni”.
Mohammad Riva menambahkan, peserta diperkenalkan dan dilatih menggunakan perangkat lunak Sistem Infonnasi Geografis ArcGis dari ESRI untuk keperluan pengolahan data geospasial.
“Kegiatan pelatihan SIG adalah memperkenalkan dan meningkatkan pemahaman, pengetahuan dan kemampuan terhadap konsep dan proses pengolahan data spasial,” katanya. (red)