LABUHA – Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Asosiasi Pemerintah Desa Seluruh Indonesi (APDESI), Kabupaten Halmahera Selatan (Halsel), versi Abdul Aziz kembali berulah.
Sebelumnya, pada proses Musyawara Cabang (Muscab) APDESI yang digelar beberapa waktu lalu, DPC APDESI versi Aziz tidak melibatkan seluruh Kepala Desa (Kades) di Halsel.
Pasalnya, dari 249 Kades, hanya 30 Kades yang diundang untuk pelaksanaan Muscab, kemudian Abdul Aziz yang juga Kepala Desa Matuting terpilih sebagai Ketua APDESI.
Setelah proses Muscab selesai dilakukan, pengurus APDESI versi Abdul Aziz membentuk Ketua Panitia Pelantikan yang diketuai Kepala Desa Bahu, Kecamatan Mandioli Selatan, Badar Abas dan Bendara Panitia Kepala Desa Anggai Kamarudin Tukang kembali berulah dengan cara melakukan pungutan kepada 249 Kades untuk menyetor uang partisipasi pelantikan pengurus APDESI sebesar Rp1,5 juta.
“Pada saat pelaksanaan Muscab hampir sebagian besar Kades tidak dilibatkan, tiba tiba minta uang partisipasi Rp1,5 juta untuk acara pelantikan,” ungkap salah satu Kades yang meminta namanya tidak dipublikasi, Rabu (9/7/2025).
Menurutnya, jika 249 Kades menyetor uang partisipasi Rp1,5 juta, maka dana yang akan terkumpul sebesar Rp373 juta.
“Harusnya tidak perlu dipatok Rp1,5 juta, masa pelantikan saja harus membutuhkan anggaran Rp300 juta lebih. Jika per Kades Rp500 ribu saja dana yang akan terkumpul Rp120 juta lebih. Cara yang dilakukan Panitia pelantikan sudah masuk unsur pemaksaan dan organisasi ini terkesanya hanya kepentingan sekelompok orang, bukan kepentingan kades,” cetusnya.
Sementara Ketua Panitia Pelantikan, Badar Abbas, ketika dikonfirmasi membenarkan jika ada pemunggutan Rp1,5 juta per Kepala Desa, untuk kebutuhan pelantikan Ketua dan pengurus DPC APDESI Halsel. Menurut Badar, keputusan ini merupakan hasil kesepakatan bersama saat pemuan Panitia dan para Kepala Desa.
“Kami tidak memaksa setiap Kades mau kasih berapa saja tidak masalah, ini hanya partisipasi, namun jika ada yang tidak mau juga tidak apa apa,” singkatnya.
Dari hasil penelusuran Redaksi Segmen terhadap Aziz Al-Amary dan kroninya ini ternyata hanya main patok tanpa ada rapat.
Hal itu utarakan salah satu dari 30 Kades yang tergabung di APDESI versi Aziz menyebutkan belum ada rapat yang dilakukan, keputusan ini sepihak oleh Aziz dan pihak Panitia.
“Memang tidak ada pembicraan itu, tidak ada pertemuan resmi dengan Kades-kades untuk bicarakan itu, Itu hanya sepihak,” Tandasnya.
Dia menyebut Pungli ini hanya sepihak oleh pimpinan APDESI dan panitia, tidak libatkan kades secara kolektif.
Dibalik dinamika ini, selaku Kades yang mencintai kebersamaan dalam bingkai Saruma dirinya meminta Bupati Halsel Bassam Kasuba segera membubarkan APDESI versi Aziz Al-Amary yang tidak mampu merangkul dan hanya bikin persatuan Kades di Bumi Saruma retak.
“Kami selaku Kades meminta Pak Bupati bubarkan APDESI versi Aziz yang hanya bikin permusuhan antara Kades, Aziz ini teman kita tapi tidak bisa ajak serta rangkul semua Kades di Bumi Saruma,” tandasnya.(red)












