 |
| Personil Lalulintas Polda Malut saat mengankan Teguh |
Seorang pengemudi ojeg nekat menabrak salah satu Personil Satlatnas Polda Malut Briptu Rizky Putra. Insiden ini bermula ketika Rizky mencoba menghentikan sepeda motor yang dikendarai tukang ojeg tersebut.
Informasi yang dihimpun segmen.co.id menyebutkan peristiwa itu terjadi di Jalan Sultan Djabir Syah atau tepat di depan kawasan taman Nukila, Kamis sore tadi. Saat itu Briptu Rizky dan beberapa rekannya melakukan operasi patuh. Anggota Satlantas Polda Malut ini bermaksud menghentikan sepeda motor tersebut untuk memeriksa surat-surat dan kelengkapan.
Diduga karena takut di tilang, pengendara yang diketahui berprofesi sebagai ojeg itu dibilang nekat menabrak Briptu Rizky Putra yang tengah bertugas. Insiden naas ini dibenarkan Kanit I Subditgakum Ditlantas Polda Malut.
Iptu Rachman mengatakan, insiden tak terduga itu mulanya ada salah satu pengemudi melawan arus di Taman Nukila. Briptu Rizky melihatnya langsung mencoba menghentikan dia. “Operasi patuh ini menyasar sejumlah pelanggaran, termasuk kasat mata. pengemudi ini berupaya menghindar untuk di periksa, mungkin ini sehingga dengan kecepatan tinggi bersangkutan nekat terobos dan menabrak anggota saya,” kata Rachman.
Pada kejadian ini tukang ojeg tersebut berhasil melarikan diri alias kabur. Pemicunya ada salah seorang warga di duga mencoba menghalang-halangi petugas saat mengamankan pengemudi tersebut. “Saat Bripka Rizky Putra terjatuh dan hendak bangun, ada warga yang diduga halangi. Warga ini memeluk Rizky sembari berteriak jangan pukul pak, jangan dipukul pak, padahal tidak ada niat sama sekali anggota pukul warga, karena semua petugas dibekali SOP,” terangnya.
“Pelaku kemudian kabur, karena suasana ramai. Warga yang diduga halang-halangi petugas diketahui bernama Teguh ini langsung diamankan ke Polres Ternate,” sambungnya.
Teguh saat disambangi di Mapolres Ternate meminta maaf. Dia mengaku lalai dan salah paham. “Yang tabrak petugas lantas itu, tukang ojeg yang lawan arus, kemudian di hentikan petugas. Dari situ saya langsung polo (peluk) dan bilang pak jangan pukul (tukang ojeg), karena saya takut pak Polisi pukul ojeg. Saya sudah minta maaf atas kesalahan saya,” jelas warga Kayoa itu. (red)