Kala Senyum Indonesiaku Terpapar Rendahnya Pengetahuan

Minggu, 25 Agustus 2019

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

POSE BERSAMA USAI SEMINAR

Sistem kekebalan tubuh  normalnya menjaga tubuh seseorang dari serangan organisme asing, namun kadang kala berbalik dan menyerang tubuh kita sendiri.

Kasus sistem kekebalan tubuh menyerang tubuh sendiri ini disebut penyakit autoimin. Penyakit jenis ini menjadi materi pokok dalam seminar edukasi bertajuk ‘Autoimun Berbagi Bahagia (ABB) Weekend Market’. Seminar yang dipusatkan di Hotel Grand Dafam dipelopori tiga lembaga peduli perempuan dan anak, yaitu Clerry Cleffy Institute (CCI), Marisza Cardoba Foundation (MCF), dan Firda Athira Foundation (FAF).

Dewan pengawas seminar, Prof.Dr. dr. Aru W. Sudoyo mengemukakan, autoimun adalah sebuah kondisi kesehatan di mana sistem kekebalan tubuh kehilangan kemampuan untuk membedakan antara benda asing yang membahayakan tubuh dengan bagian tubuh penderitanya.

“Sehingga menyebabkan keluhan kesehatan kronis bahkan kematian jika menyerang organ yang memiliki peran vital,” katanya usai seminar, Minggu (25/8) malam tadi.

Menurutnya, autoimun kategori penyakit mematikan. Meski begitu kata dia, bisa dikendalikan. Aru mengatakan, bahan-bahan kimia atau tidak natural sering menjadi penyebab. Bahan kimia yang bersumber makanan menjadi perangsang rusaknya anti bodi dalam tubuh.

“Penyakit autoimun sangat langka. Tapi sekarang, jumlahnya meningkat tajam dan kebanyakan penderitanya generasi muda,”  kata Aru menambahkan.

SUASANA SEMINAR

Firda Athira Foundation (FAF) menganggap masyarakat belum sadar benar akan autoimun. Menurut FAF, pengetahuan masyarakat mengenai bahaya autoimun masih kurang. “Padahal penderitanya di Indonesia bisa mencapai jutaan bahkan puluhan juta orang,” kata Firda Athira.

Gadis berusia 17 tahun ini menyebut kurang dari 80 persen penyintas autoimun usai produktif. Penyakit ini beberapa diantaranya punya gelaja yang sama pada umumnya seperti nyeri sendi, mudah lelah, rambut rontok, sering sariawan, demam tidak beraturan, dan sebagainya.

“Hal ini di pengaruhi oleh faktor genetik (bawaan), namun gaya hidup dan faktor lingkungan memegang peranan jauh lebih penting. Belum ada obat yang dapat memulihkan seseorang dari kondisi autoimun,” katanya. “Penyakit ini dapat di cegah atau di kontrol dengan penerapan pola hidup sehat menyeluruh”.

Dwi Prihandini memandang perlu pentingnya kampanye autoimun atau edukasi ke masyarakat. Berbagai inisiatif dan komunikasi terus dilakukan menunjang mewujudkan program #Senyum Indonesiaku maupun dukungan dan hak yang sama untuk lebih berdaya dalam kehidupan di masyarakat.

“Di Indonesia, autoimun telah menjadi epidemi dengan lonjakan angka penderita yang tajam. Dibutuhkan edukasi massif agar masyarakat kenali keberadaannya dan mewaspadainya melalui penerapan pola hidup sehat menyeluruh. Autoimun adalah ancaman nyata bagi masyarakat Indonesia. Orang dengan autoimun atau ODAI produktivitasnya menurun, hanya mampu beraktivitas 5-6 jam sehari,” kata perempuan pendiri Clerryb Cleffy Institute (CCI) itu.

Dwi berharap angka ODAI di Indonesia tidak meningkat meningkat. “Apalagi penyakit ini belum dapat disembuhkan. Kami himpun dan berdayakan baru mencapai 5.000 orang, karena kendala data valid dari pemerintah yang belum tersedia,” katanya. (red)

Baca Juga :  PKK dan Dinkes Halsel Gelar Home Care Service

Berita Terkait

ASN KPH Jual Tanah Topsoil Ilegal 30 DPR Halsel Tidur
SIWO PWI Pusat Kecam Keras Intimidasi Offisial Malut United Terhadap Wartawan
Pemda Halsel Sabet Penghargaan dari Mentri Pemberdayaan Masyarakat RI
Bassam-Helmi Sabet Penghargaan dari Kemenko Perekonomian RI
Gelar HUT IDI Ke-75, Bupati Bassam: Dokter Dukung Pembangunan Berkelanjutan
Disperindag Bakal Pamer Produk Khas Halsel di APKASI Otonomi Expo 2025
Korwil APKASI Malut Bassam Kasuba Hadiri Rakor di Jakarta 
Bupati Bassam Temui Badan Bank Tanah Bahas Kawasan Ekonomi Khusus Agromaritim
Berita ini 1 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 30 Juli 2026 - 10:32 WIB

ASN KPH Jual Tanah Topsoil Ilegal 30 DPR Halsel Tidur

Minggu, 8 Maret 2026 - 11:16 WIB

SIWO PWI Pusat Kecam Keras Intimidasi Offisial Malut United Terhadap Wartawan

Sabtu, 31 Januari 2026 - 04:05 WIB

Pemda Halsel Sabet Penghargaan dari Mentri Pemberdayaan Masyarakat RI

Minggu, 7 Desember 2025 - 08:32 WIB

Bassam-Helmi Sabet Penghargaan dari Kemenko Perekonomian RI

Minggu, 7 Desember 2025 - 08:25 WIB

Gelar HUT IDI Ke-75, Bupati Bassam: Dokter Dukung Pembangunan Berkelanjutan

Berita Terbaru

Kadisparekraf Halsel, Ali Dano Hasan. Foto Sadam Hadi|Segmen

Berita Terkini

PWI Sebut Kadisparekraf Halsel Rasa Jubir Kusu Island Resort

Jumat, 31 Jul 2026 - 12:07 WIB

Kantor DPRD Kabupaten Halmahera Selatan

Berita Terkini

ASN KPH Jual Tanah Topsoil Ilegal 30 DPR Halsel Tidur

Kamis, 30 Jul 2026 - 10:32 WIB

Sahmar M. Zen, Direktur PARADE Maluku Utara. foto Sadam Hadi|Segmen

Berita Terkini

Desak Pemda Halsel Percepat WPR Kusubibi

Kamis, 30 Jul 2026 - 09:42 WIB

Berita Terkini

40 ASN Pemda Halmahera Selatan Ikut PKA 2026

Kamis, 30 Jul 2026 - 00:29 WIB

Berita Terkini

Pemda Halsel Pelopor Penguatan Sistem Manajemen Talenta ASN

Kamis, 30 Jul 2026 - 00:20 WIB