Tim SAR Gabungan Jumat (19/06/2020) akhirnya menghentikan pencariannya terhadap seorang nelayan atas nama Saiful Kasim (35) warga asal Desa Orimakurunga Kecamatan Kayoa Selatan, Hamhera Selatan, Maluku Utara yang hilang saat melaut, Kamis (11/06/2020) lalu.
Korban Saiful Kasim saat memancing di rompong depan Desa Orimakurunga menggunakan body fiber atau longboat (ketinting) berwarna kuning. Berselang dua hari kemudian ketinting fiber Saiful ditemukan oleh warga Desa Lasa Kecamatan Kayoa Barat.
Kepala kantor pencarian dan pertolongan (Basarnas) Kota Ternate, Muhammad Arafah, menuturkan pencarian korban dilakukan selama tujuh hari dan menggunakan dua alat utama yaitu Rigit Inflatable Boat (RIB).
“Pencarian korban oleh tim SAR gabungan dari Polres Halsel dibantu masyarakat setempat,” ungkap Arafah dalam keterangan resminya, Jum’at (19/6/2020).
Basarnas saat berkoordinasi dengan keluarga korban (Saiful Kasim) di Desa Orimakurunga. Foto:van//segmen
Longboat korban, ia Arafah mengatakan sudah ditemukan disekitar pesisir laut Kayoa akan tetapi korban Saiful Kasim hingga sekarang belim ditemukan. “Tetapi korban belum juga ditemukan,” sebutnya.
Menurutnya, segala upaya pencarian Tim SAR dilapangan berlanjut, namun Arafah menyebut pencarian korban hingga sore ini Jumat (19/06/2020) hasilnya tetap nihil. “Dengan demikian berdasarkan hasil koordinasi dengan tim dilapangan, sore ini pencarian korban dihentikan dan seluruh tim sudah bergerak kembali sehingga korban dinyatakan hilang,” terang Arfah.
Lanjut Arafah, walaupun operasi SAR telah di tutup namun pihaknya tetap melakukan pemantauan. Apabila sewaktu-waktu baik itu dari nelayan maupun masyarakat yang melihat atau menemukan tanda-tanda keberadaan korban agar segera melaporkan ke pihaknya agar di tindaklanjuti kembali. “Apabila kedepan ada yang temukan tanda-tanda keberadaan korban agar segera lapor pada kami untuk ditindak lanjuti,” ajaknya. Sembari mengaku karena informasi telah di sampaikan kepada para nelayan maupun kapal-kapal yang melintas di lokasi kejadian agar segera melapor ke Basarnas apabila menemukan korban.
“Saya juga mengucapkan terimakasih kepada seluruh pihak yang telah membantu dalam pelaksanaan operasi sar selama tujuh hari ini, baik itu dari TNI-Polri, Masyarakat serta pihak keluarga,” tutup arafah.(van)