Danrem 152 Baabullah Kolonel Endro Satoto bersama dengan Wakapolda Malut, Kombes. Pol Lukas Akbar Abriari saat memimpin rapat anev. (Foto: Istimewa)
LABUHA, SG – Kepolisian Daerah Maluku Utara seriusi soal sanitasi di wilayah pengungsian korban gempa Halmahera Selatan. Hal tersebut disampaikan dalam rapat anev, pada Selasa (23/7) lalu, untuk percepatan pembuatan Fasilitas Mandi Cuci Kakus (MCK) di lokasi pengungsian.
Dalam rapat yang dipimpin langsung oleh Wakapolda dan Danrem 152 Babullah itu, juga membahas berbagai persoalan yang terjadi di lapangan. DIantaranya terkait pendistribusian bantuan menggunakan kapal Uki Raya ke desa Gane Dalam, Kurunga, Yomen, dan Jububu.
Persoalan sanitasi nampaknya menjadi perhatian lebih bagi Kombes. Pol Lukas Akbar Abriari. Ia menuturkan, pembangunan MCK di lokasi pengungsian akan diprioritaskan, sehingga dapat dijadikan strategi dalam mengurangi jumlah pengungsi.
” Pembangunan MCK difokuskan di sarana publik yang tidak jauh dari tempat pengungsian-pengungsian, sehingga pengungsi tidak terlalu lama di tempat pengungsian dan nantinya MCK dapat digunakan di kemudian hari,” katanya.
Sementara terkait pendistribusian, tim penanggulangan bencana masih memaksimalkan jalur udara, yakni menggunakan helikopter EC 155 jenis Dauphin menuju desa Papaceda, Gane Luar, dan Kuwo, sementara helikopter MI-8 menuju desa Sekely, Yamli, dan Gane Luar.
Selain lewat udara, bantuan juga dikirim dengan Kapal Mitra yang berangkat ke desa Gane Dalam, Kurunga, Yomen, dan Liboba Hijrah.(red)












