LABUHA – Muswarah pemilihan Ketua Umum Ikatan Keluarga Besar (IKB) Makian dan Kayoa (Makayoa) Kabuoaten Halmahera Selatan (Halsel) rupahnya semakin memanas.
Pasalnya sekian nama dari berbagai perwakilan keluarga Makayoa yang tersebar di bumi Saruma yang menyatakan sikap maju bertatung kini dinilai tak mampuh fokus bila terpilih dengan alasan berstatus sebagai Pegawai Negeri Sipil (ASN).
Sejauh ini sebanyak 12 nama yang ikut mengambil formulir pendaftaran pencalonan. Dari 12 nama itu didominasi Pegawai Negeri Sipil (PNS) yang bertugas di Pemda Halsel.
Hal itu kemudian diprotes keras oleh salah satu tokoh muda Makayoa Halsel Asbur Abu.
Lelaki yang berlatar belakan pengusaha itu kini mengaku jika PNS yang terpilih memimpin IKB Makayoa Halsel maka organisasi kekeluargaan ini tidak sehat sebab ketua terpilih tidak fokus mengurus organisasi.
“Saya selaku putra Makayoa mendesak para calon peserta ketua Makayoa yang dari kalangan PNS yang memiliki jabatan di birokrasi harus mundur dari jabatan karena wadah Makayoa bukan wadah atau organisasi profesi sehingga ketika Ketua Makayoa terpilih sebagi ketua Makayoa tidak menggangu tugas pokoknya,” ujar Asbur kepada segmen.co.id, Ahad (12/09).
Asbur bilang selain itu bersangkutan agar tidak menjadikan kapasitas Ketua IKB Makayoa Halsel untuk melindungi jabatan menjelang evakuasi kinerja sehingga evaluasi kinerja yang akan dilakukan oleh Bupati Halsel Usman Sidik benar-benar murni berdasarkan pertimbangan kinerja.
Menurut Bos Waidoba Taylor itu, karena Ketua Makayoa Halsel nanti lebih fokus pada kerja sosial yang memperjuangkan kepentingan umum lebih pada kepentingan masyarakat Makayoa Halsel. “Jadi saya meminta salah satu poin persyaratan Ketua Makayoa harus melepas jabatan di pemerintahan sehingga IKB Makayoa tidak dihitung pada kepentingan politik maupun kepentingan pribadi,” tegas Asbur.
Lebih jauh lagi, lelaki yang biasa disapa Haji Asbur itu menambahkan Ketua Makayoa terpilih kedepan nanti lebih fokus pada kerja politik seperti pada tujuan terbentuknya Makayoa Halsel yakni pada penyatuan kebersamaan dalam memperjuangkan kepentingan semua etnis Makayoa tersebar di seluruh pelosok Nusantara lebih khusus yang ada di Halsel.
“Maka itu yang tepat memimpin Makayoa tidak memangku jabatan di birokrasi,” tutup Direktur Cermin Nausantara itu.(sh)












