LABUHA – Fitnah sejumlah nama dalam skandar korupsi Bantuan Langsung Tunai (BLT) Karteker Kades Desa Foya Tobaru Kecamatan Gane Timur Teopinus Jela-jela minta maaf.
Teopinus Jela-jela mengaku merasa menyesal karena telah menyebut sejumlah nama dalam pusaran penyelayagunaan atau korupsi anggaran BLT tahap empat di Desa Tobaru. “Saya minta maaf kepada sejumlah orang yang saya sebutkan dalam kasus BLT Desa Tobaru,” ujar Stevinus kepada segmen.co.id, Jumat (13/01).
Menurutnya, terkait menyebut sejumlah nama itu lantas dirinya tertekan langsung oleh masyarakat Desa Tobaru sehingga dirinya merasa bingun dengan situasi saat itu, sehingga untuk bisa lolos dari amukan ratusa massa maka solusinya hanya menyebut sejumlah nama yang merupakan orang dekat Bupati Halsel Usman Sidik.
Dia menjelaskan sejumlah nama yang disebut dalam Video itu adalah sebuah rekayasa untuk lolos dari amukan massa di Desa Tobaru yang disimpaikannya.
Lebih jelasnya, Teopinus minta maaf atas pernyataannya yang sempat menghebohkan publik Halsel khusunya dan umumnya Provinsi Maluku Utara beberapa hari lalu dimana dirinya mengaku memberikan uang kepada sejumlah pejabat hanyalah rekayasa yang dibuatnya lantaran menadapatkan tekanan dari berbagai pihak.
“Jadi saya minta maaf kepada Bupati Halsel Usman Sidik bahwa apa yang saya sampaikan beberapa hari lalu itu tidak benar,” jelasnya.
Selain meminta maaf kepala orang nomor satu di Bumi Saruma ini, Teopinus juga memohon maaf kepada sejumlah nama yang ikut disebutkannya.
“Saya minta maaf karena yang saya sampaikan itu tidak benar saya tertekan dengan masyarakat sehingga saya sampaikan seperti itu namun itu tidak benar dan nama-nama yang saya sebutkan itu tidak benar saya tidak memberikan uang itu kepada mereka,” bebernya.
Ditanya soal BLT dirinya berjanji dalam waktu dekat bakal melunasi serta memberikan kepada masyarakat yang berhak menerima BLT Tersebut
“Kalo BLT Insyaallah dalam waktu dekat akan saya usahakan agar melunasi dan berikan kepada masyarakat yang menerima,” tandasnya.(sh)












