LABUHA – Pasar Lapak UMKM Milenial Desa Tembal Kecamatan Bacan Selatan Kabupaten Halmahera Selatan (Halsel) Provinsi Maluku Utara rusak sebelum diresmikan.
Bangunan prioritas Bupati dan Wakil Bupati Halsel Usman Sidik dan Hasan Ali Bassam Kasuba itu diduga dibangun tidak sesuai Rencana Aanggaran Bangunan (RAB).
Pasalnya plafon Lapak UMKM Milenial itu ambruk sebelum diresmikan. Padahal proyek Dinas Perumahan Kawasan Pemukiman (DPKP) Halsel itu menghabiskan APBD 2022 sebesar 4.6 Miliyar.
Lebih parah lagi, proyek tersebut bukan dibangun dari nol tetapi hanya direhab. Rehab itu dikerjakan oleh CV. Tiga Putra Konstruksi yang dipimpin Oman alias Suratman selaku penanggung jawab.
Gegara plafon ambruk, penanggung jawab CV. Tiga Putra Konstruksi itu mengaku sudah habis masa pemeliharaan.
Menurut Oman, masa pemeliharaan juga telah selesai tetapi selaku pihak ketiga yang rasa bertanggung jawab maka pekan ini juga sudah dituntaskan.
“Kemarin masa pemeliharaan juga so selesai,” tandas Oman.
Berbeda dengan tanggapan Asman Bani. Pernyataan soal habis pemeliharaan pun dimentahkan oleh Kepala DPKP Halsel Asmar Bani.
Bahkan keduanya bersih tegang soal masa pemeliharaan proyek rehabilitasi tersebut.
Asmar mengaku, tiga proyek prioritas Usman-Bassam itu masih dalam masa pemeliharaan. “Kalau tidak salah saya tetapkan masa pemeliharaan sampai bulan September 2023,” tandasnya.
Sekedar diketahui, pembangunan Lapak UMKM Milenial habiskan APBD Tahun 2022 sebesar 4.6 miliyar dengan nomor kontrak: 050/028/T/SP/IK/DPKP-HALSEL/DAU/Vll/2022.
Proyek Dinas Perumahan Kawasan Pemukiman (DPKP) Halsel yang dikerjakan oleh pihak rekanan CV. Tiga Putra Konstruksi.(red)












