LABUHA – Swering, begitulah masyarakat Bacan menyebut pemecah gelombang yang dibangun di pesisir pantai Labuha, Halmahera Selatan.
Swering bukan hanya berfungsi sebagai penahan ombak, tetapi juga sebagai tempat menikmati keindahan senja.
Setiap sore, banyak orang berdatangan ke swering untuk menyaksikan matahari perlahan-lahan tenggelam di balik Pulau Mandioli.
Cahaya keemasan yang memantul dari permukaan laut menambah pesona pemandangan itu.
Di kejauhan, terlihat siluet orang-orang yang sedang memancing dengan perahu-perahu kecil. Suara ombak dan angin menambah suasana tenang dan damai.
Namun, keindahan itu ternoda oleh tumpukan sampah plastik yang berserakan di sepanjang swering.
Botol minuman, plastik cilok, plastik minuman keras, captikus, dan berbagai jenis sampah lainnya mengotori tempat yang seharusnya menjadi titik terindah melihat senja.
Ini adalah paradoks yang menyedihkan. Mata menikmati pemandangan alam, tetapi tangan membuang sampah sembarangan.
Sampah plastik yang mencemari swering tidak hanya merusak estetika, tetapi juga mengancam ekosistem laut dan kesehatan masyarakat.

Menurut hasil riset, sampah plastik yang terurai menjadi mikroplastik bisa menghentikan fungsi laut sebagai penyimpan karbon secara biologi.
Banyak biota laut juga bisa mati akibat menelan atau terjerat sampah plastik.

Selain itu, sampah plastik juga bisa menyebabkan berbagai jenis penyakit, seperti infeksi, kanker, atau gangguan hormon.
Bencana hidrometeorologi seperti banjir juga bisa terjadi jika sampah plastik menyumbat saluran air.
Untuk mengatasi masalah sampah plastik di swering, diperlukan kerja sama dari berbagai pihak.
Masyarakat harus meningkatkan kesadaran untuk menjaga lingkungan dengan tidak membuang sampah sembarangan, terutama saat menikmati senja di swering. Mereka juga harus berani menegur dan mensosialisasikan pentingnya menjaga kebersihan kepada pengunjung lain yang masih membuang sampah sembarangan.
Pemerintah daerah, melalui Dinas Lingkungan Hidup, juga harus lebih tanggap dalam melakukan mitigasi sampah pesisir pantai.
Salah satu langkah yang bisa dilakukan adalah menyediakan fasilitas penampung sampah yang memadai dan terpisah sesuai jenis sampah.
Selain itu, pemerintah daerah juga harus rutin membersihkan sampah yang menumpuk di swering dan sekitarnya.
Kepala desa dan tokoh masyarakat di sepanjang pesisir pantai swering juga harus berperan aktif dalam mengajak warganya untuk peduli dengan lingkungan.
Mereka bisa mengadakan kegiatan bersih-bersih pantai secara berkala, atau membuat program pengelolaan sampah yang menguntungkan, seperti bank sampah atau daur ulang.
Pesisir pantai Labuha adalah salah satu tempat ternyaman yang harus dijaga. Tempat ini tidak hanya menawarkan spot pemandangan, tetapi juga kekayaan budaya dan kearifan lokal masyarakat Bacan. Dengan menjaga kebersihan dan kelestarian bibir pantai, kita bisa menikmati senja yang lebih indah dan sehat.












