LABUHA – Ketua Bawaslu Halmahera Selatan (Halsel) Maluku Utara dan saksi partai NasDem nyaris adu jotos di saat pleno Dapil Ill Kecamatan Gane Barat Utara (Garut) di tingkat kabupaten.
Pleno KPUD Halsel memasuki hari ke 5 ini mengisahkan banyak protes keras terhadap hasil angka-angka yang dianggap berubah di berbagai kecamatan. Salah satu kecamatan yang dianggap jadi sarang kecurangan yakni Kecamatan Garut.
Bahkan sebelumnya juga, saksi Partai Demokrat Muhammad Kudri melemparkan botol akua kepada ketua PPK Garut Suratno Taib. Namun amukan itu dilarai berbagai pihak termasuk pihak keamanan serta saksi partai lainnya.
“Cee Ngana saja kong bikin torang pusing itu, Bawaslu segera rekeomdasi kepada ketua PPK Garut untuk ditangkap karena dugaan perbedaan angka-angka serta pengelambungan suara di beberapa partai begitu tinggi,” teriak Kudri yang juga Caleg Demokrat Malut dapil 4 Halsel itu, Selasa (05/03) di Aula Hotel Buana Lipu.
Kudri juga mengaku, Demokrat menolak seluruh hasil rekapan pleno Garut yang dilakukan Suratno Taib dan kawan-kawan di tingkat Kecamatan.
Sebab menurutnya semua hasil yang dibacakan oleh PPK Garut tidak konek dan berbeda dengan yang dikantongi partai Demokrat yakni soal angka-angka, maka dari itu Demokrat meminta agar hasil kecurangan yang dilakukan PPK Garut diperbaiki serka Partai Demokrat langsung menyerahkan laporan kecurangan ke Bawaslu Halsel secara resmi.
“Segera diperbaiki dan kami minta harus turun ke fom c1 Plano dan hasil kecurangan ini kami langsung serahkan ke Bawaslu sebagai laporan resmi bahwa PPK Garut terindikasi ada kecurangan,” tegas mantan anggota DPRD Halsel Dapil 4 Obi itu.
Selain saksi Demokrat, Abdurahman Hamza Saksi Partai Nasdem juga mengamuk keras terhadap Bawaslu Halsel. Dalam protes terhadap Bawaslu, Rais Kahar tak terima amukan Abdurahman lantas dirinya juga melawan.
Keduanya salin baku hantam disaat pleno KPU tersebut. Bahkan terlihat Ketua Bawaslu Halsel Rais Kahar juga mengamuk untuk menyerang Anggota DPRD Halsel 4 Periode Abdurahman Hamza namun ditahan oleh kedua anggota Bawaslu lainnya.
Awalnya Abdurahman meminta agar Bawaslu Halsel wajib rekomendasikan agar turun ke Plano, namun permintaan itu menjadi keberatan oleh Ketua Bawaslu Rais Kahar yang beralasan bahwa ini adalah forum rekapitulasi sehingga apa yang menjadi ketentuan harus di akomodir.
“Ini adalah forum rekapitulasi sehingga apa yang menjadi ketentuan perlu diakomodir,” tegas Rais menanggapi permintaan Abdurahman.
Abdurahman menyebut kecuarang lalu dianggap ketentuan oleh Bawaslu Halsel. Mulai dari perdebatan hingga terjadilah salin baku hantam.
Alhasil dari baku hantam itu tidak ada yang jadi korban.
Saksi Partai Ummat Dede juga menegaskan Pleno KPU Halsel ini bukan soal keberatan saksi partai politik saja akan tetapi sudah menjadi perhatian Publik Malut khususnya, sebab diluar sana ada aksi besar-besaran oleh berbagai elemen soal dugaan kecurangan di berbagai kecamatan yang dilakukan penyelenggara atau PPK.
“Itu artinya tingkat kepercayaan terhadap penyelenggara itu gagal,” teriak Dede.
Saksi partai lain juga meneriakkan sangat luar biasa kecurangan PPK Gane Barat Utara.(red)












