Korban Tewas Gempa Ambon Bertambah

Minggu, 29 September 2019

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Grafis gempa bumi magnitudo 6,5 Ambon.

Korban meninggal dunia akbiat gempa 6,5 SR bertambah. Data Pusdalops Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Provinsi Maluku per Ahad (29/9/2019) terdata ada 10 orang korban meninggal dunia dan dan 31 luka-luka.
Plt. Kepala Pusat Data, Informasi dan Humas BNPB Agus Wibowo mengatakan, total korban meninggal dunia dari tiga kabupaten di Provinsi Maluku berjumlah 30 orang. Korban tertinggi di Kabupaten Maluku Tengah berjumlah 14 orang, Kota Ambon 10 dan Seram Bagian Barat (SBB) 6.
“Sedangkan korban luka-luka, total jumlah mencapai 156 orang dengan rincian Maluku Tengah 108, Kota Ambon 31 dan SBB 17,” kata Agus dalam keterangan tertulisnya, Minggu (29/9).
Agus merinci jumlah warga yang mengungsi pascagempa melanda lengkap dengan jumlah bangunan rusak. 244.780 orang mengungsi dengan rincian SBB 109.661 orang, Maluku Tengah 108.000 orang, dan Kota Ambon 27.119. Sementara di Kota Ambon 374 rumah rusak, meliputi 173 rusak ringan (RR) dan 74 rusak sedang (RS), dan 74 rusak berat (RB). “Data kerusakan rumah masih terus dilakukan. Kerusakan rumah wilayah SBB mencakup 31 RR, 163 RS, dan 106 RB,” ujar Agus seperti dilansir di detikcom.

Suasana bangunan Pasar Apung Desa Tulehu yang roboh akibat gempa bumi di Ambon, Maluku, Kamis (26/9/2019). Berdasarkan data BMKG, gempa bumi tektonik dengan kekuatan 6,5 SR tersebut akibat aktivitas sesar aktif lokal.

14 Hari Masa Tanggap Darurat

Agus mengemukakan akibat bencana itu Pemerintah Kota Ambon menetapkan selama 14 hari masa tanggap darurat. Status tersebut berlaku sejak 26 September hingga 9 Oktober 2019.
“Wali Kota Ambon menetapkan masa tanggap darurat pasca gempa selama 14 hari, terhitung sejak 26 September 2019 hingga 9 Oktober 2019. Kota Ambon menjadi salah satu wilayah terdampak karena gempa M 6,5 yang terjadi pada Kamis (26/5/2019) lalu,” katanya.

Agus mengatakan, BNPB mendirikan Posko Tanggap Darurat selama status tersebut masih berlaku. Posko ini didirikan untuk koordinasi dalam penanganan darurat.

613 After shock

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mencatat masih ada gempa susulan atau after shock. Hingga Minggu pagi, 29 September 2019 pukul 10.00 WIB hasil monitoring BMKG terhadap gempa Kairatu (Ambon) menunjukkan telah terjadi 613 kali aktivitas gempa susulan. Dari jumlah itu 72 diantaranya guncangannya dirasakan oleh masyarakat.

Kepala Bidang Mitigasi Gempabumi dan Tsunami BMKG, Daryono mengatakan frekuensi aktifitas gempa susulan di Ambon semakin mengecil. Dia berharap kondisi di Ambon dapat segera normal.


“Hasil monitoring BMKG terhadap aktivitas gempa susulan menunjukkan frekuensi kejadian gempa yang semakin mengecil. Tandanya aktivitasnya kian meluruh. Semoga kondisi kegempaan di Kairatu, Masohi, Haruku, dan Ambon segera normal kembali dan aktivitas gempa susulan segera berakhir,” kata Daryono.

Meski aktivitas aftershock kian meluruh, menurut Daryono BMKG belum bisa memastikan sumber gempa yang terjadi di Ambon. Menurutnya, masih ada gempa susulan hingga Minggu tadi. “Sudah tiga hari lamanya pascagempa, hingga saat ini belum ada kepastian terkait sumber pembangkit gempa Kairatu-Ambon 6,5 M yang aktivitas susulannya belum berakhir,” terangnya.
Kepala P2LD-LIPI Nugroho Dwi Hananto mengatakan meskipun berkekuatan kecil namun getarannya masih terasa hingga 597 kali gempa susulan pada pukul lima sore. Dalam studi tentang kegempaan, kekuatan yang dikeluarkan oleh gempa tektonik susulan pasti lebih kecil dari gempa utama, karena sebagian besar energi yang dihasilkan oleh pergeseran bidang patahan-patahan bumi yang menjadi sumber gempa sudah dilepaskan.

Gempa-gempa susulan yang masih terus terasa, menurut Nugroho merupakan proses normal pergerakan bidang patahan bumi saat melepaskan energi yang tersisa untuk mencari keseimbangan. Karena itu, masyarakat diimbau untuk tidak panik dan risau dengan gempa-gempa susulan yang masih terasa. Untuk korban dampak gempa yang rumahnya retak disarankan agar tidak berada lama di dalamnya, sebab bisa saja roboh akibat goncangan gempa.

“Semakin banyak gempa susulan malah semakin bagus karena energinya semakin meluruh, yang dilepaskan sekarang adalah sisa-sisa energi. Melepaskan 100 kali gempa dengan magnitud lebih kecil lebih baik daripada satu kali gempa 6,5 SR, karena skala lima sampai enam itu 1.000 kali magnitudnya,” kata Nugroho sperti dilansir di liputan6.com. (sg/dtk/liputan6)
Baca Juga :  KPLP Jailolo Berlakukan Sistem Buka Tutup

Berita Terkait

SIWO PWI Pusat Kecam Keras Intimidasi Offisial Malut United Terhadap Wartawan
Pemda Halsel Sabet Penghargaan dari Mentri Pemberdayaan Masyarakat RI
Bassam-Helmi Sabet Penghargaan dari Kemenko Perekonomian RI
Disperindag Bakal Pamer Produk Khas Halsel di APKASI Otonomi Expo 2025
Korwil APKASI Malut Bassam Kasuba Hadiri Rakor di Jakarta 
Bupati Bassam Temui Badan Bank Tanah Bahas Kawasan Ekonomi Khusus Agromaritim
Bupati Halsel Jadi Narasumber Kulia Umum di Sekolah Tinggi Ekonomi Islam Depok
76 Paskibraka Nasional 2025 Empat Orang dari Malut
Berita ini 2 kali dibaca

Berita Terkait

Minggu, 8 Maret 2026 - 11:16 WIB

SIWO PWI Pusat Kecam Keras Intimidasi Offisial Malut United Terhadap Wartawan

Sabtu, 31 Januari 2026 - 04:05 WIB

Pemda Halsel Sabet Penghargaan dari Mentri Pemberdayaan Masyarakat RI

Minggu, 7 Desember 2025 - 08:32 WIB

Bassam-Helmi Sabet Penghargaan dari Kemenko Perekonomian RI

Jumat, 22 Agustus 2025 - 13:44 WIB

Disperindag Bakal Pamer Produk Khas Halsel di APKASI Otonomi Expo 2025

Kamis, 31 Juli 2025 - 11:49 WIB

Korwil APKASI Malut Bassam Kasuba Hadiri Rakor di Jakarta 

Berita Terbaru

Kadisparekraf Halsel, Ali Dano Hasan. Foto Sadam Hadi|Segmen

Berita Terkini

PWI Sebut Kadisparekraf Halsel Rasa Jubir Kusu Island Resort

Jumat, 31 Jul 2026 - 12:07 WIB

Kantor DPRD Kabupaten Halmahera Selatan

Berita Terkini

ASN KPH Jual Tanah Topsoil Ilegal 30 DPR Halsel Tidur

Kamis, 30 Jul 2026 - 10:32 WIB

Sahmar M. Zen, Direktur PARADE Maluku Utara. foto Sadam Hadi|Segmen

Berita Terkini

Desak Pemda Halsel Percepat WPR Kusubibi

Kamis, 30 Jul 2026 - 09:42 WIB

Berita Terkini

40 ASN Pemda Halmahera Selatan Ikut PKA 2026

Kamis, 30 Jul 2026 - 00:29 WIB

Berita Terkini

Pemda Halsel Pelopor Penguatan Sistem Manajemen Talenta ASN

Kamis, 30 Jul 2026 - 00:20 WIB