 |
Aksi atau demonstrasi ini berakhir ricuh lantaran masa aksi memaksa memboikot aktifitas sekitar. Kericuhan baru telarai sekitar pukul 12.47 WIT siang.
|
Ikatan Pelajar Mahasiswa bersama masyarakat Desa Tawa, Kecamatan Kasiruta, Halmahera Selatan, Maluku Utara, menggelar aksi protes di depan kantor desa setempat, Senin (8/6). Mereka mempertanyakan simpang siur nya Dana Bantuan Tunai atau BLT yang bersumber dari dana desa.
Tidak transparansinya pengelolaan anggaran dana desa atau ADD, bagi habis beras PKH dan meminta dokumen Rencana Kerja Pemerintah Desa atau RKPDes menjadi penyebab aksi protes itu dilakukan.
Koordinator aksi, M. Ridwan Hakim menjelaskan, pemerintah desa bersama masyarakat sebelumnya bertemu membahas ikhwal penyaluran BLT. Rapat tertanggal 5 Juni 2020 itu, lanjut M. Ridwan, disepakati penerima bantuan menerima uang tunai bukan berupa sembilan bahan pokok atau sembako.
“Namun kenyataannya masyarakat terima sembako,” kata M. Ridwan dalam keterangan tertulis yang diterima segmen.co.id, Senin malam.
Ridwan mengemukakan, aksi yang dikoordinir itu bukan hanya menanyakan mekanis penyaluran bantuan saja, juga mempertanyak berapa besaran BLT dana desa tersebut. alasannya, sambung Ridwan, besaran bantuan tunai tidak sesuai Permendesa PDTT Nomor 6 tahun 2020 tentang Perubahan Atas Permendesa PDTT Nomor 11 tahun 2019 tentang Prioritas Penggunaan Dana Desa tahun 2020.