LABUHA – Dinas Kesehatan Halmahera Selatan, Maluku Utara, menggelar pelatihan manajemen Puskesmas, Senin (19/6/2023).
Pelatihan yang berlangsung di Hotel Buana Lipu, Desa Tomori Kecamatan Bacan, ini diikuti 15 Puskesmas dengan total peserta 30 orang.
Sekretaris Dinas Kesehatan Halmahera Selatan Chairul Toloa mengatakan bahwa tujuan pelatihan ini untuk melatih kepemimpinan, melakukan manajemen data Puskesmas dan keluarga sehat.
Melakukan tata kelola keuangan Puskesmas, manajemen sumber daya, manajemen upaya kesehatan masyarakat, manajemen pemberdayaan masyarakat, menjelaskan manajemen mutu, dan meningkatkan manajemen Puskesmas
Karena itu dia berharap melalui pelatihan ini, aparatur kesehatan dapat memiliki kompetensi memadai, sehingga bisa banyak berkomtribusi terhadap kualitas pelayanan kesehatan di wilayah Halmahera Selatan.
“Serta mampu menjalankan pelayanan kesehatan dengan pendekatan keluarga di Puskesmas masing-masing,” harapnya.
Cahairil juga menjelaskan bahwa Puskesmas adalah salah satu jenis fasilitas pelayanan kesehatan tingkat pertama yang memiliki peran penting dalam sistem kesehatan nasional khususnya sub sistem upaya kesehatan.
Selain itu, Puskesmas merupakan fasilitas pelayanan kesehatan yang menyelenggarakan upaya kesehatan masyarakat (UKM) dan upaya kesehatan perorangan (UKP) tingkat pertama dengan lebih preventif untuk mencapai derajat kesehatan masyarakat setinggi-tingginya.
“Maka penguatan pelayanan kesehatan dasar tentunya tidak dapat dilepaskan dari peran Puskesmas sebagai salah satu fasilitas pelayanan kesehatan tingkat pertama (FKTP), yang merupakan garda terdepan dalam pembangunan kesehatan,” pungkasnya.
Sementara Kabid SDA Dinas Kesehatan Halmahera Selatan Randi A Rahman menambahkan, dalam pelatihan ini pihak yang dipercayakan menjadi fasilitator adalah Balai Besar Pelatihan Kesehatan (BBP) Perwakilan Makssar dan Dinas Kesehatan Maluku Utara.
“Jadi dari BBP itu fasilitator 2 orang dan Dinkes Provinsi Maluku Utara 5 orang,” ungkapnya.
Dia juga mengaku, biaya pelatihan manajemen Puskesmas tersebut bersumber dari Dana Alokasi Khusus (DAK) non fisik Dinas Kesehatan Halmahera Selatan.
“Kegiatan ini dimulai selama 10 hari, yaitu mulai hari ini sampai tanggal 28 Juni akan datang,” tutup Randi.(ADV)












