TERNATE – Dr. H. Muhammad Kasuba, MA dan Basri Salama, S.Pd, Pasangan Calon (Paslon) Gubernur dan Wakil Gubernur Maluku Utara Periode 2024-2029 dalam Pilkada 2024 terus mendapatkan dukungan luas dari berbagai kalangan masyarakat.
Paslon MK-BISA sebagaimana mereka dikenal, dipandang sebagai kombinasi yang kuat dan ideal untuk memimpin Maluku Utara 5 tahun kedepan lebih baik.
Dua tokoh akademisi ternama yakni Dr. Sofyan Abas dari Makayoa, yang merupakan kandidat profesor di Universitas Muhammadiyah Maluku Utara (UMMU) Ternate serta Dr. Guntur Alting dari Tidore, seorang akademisi di Universitas Muhammadiyah Jakarta (UMJ), secara terbuka menyatakan dukungan mereka kepada MK-BISA.
Kedua akademisi ini turun tangan dalam upaya memenangkan pasangan tersebut di Pilkada Maluku Utara 2024.
Menurut Dr. Sofyan Abas, Paslon MK-BISA adalah kombinasi yang tepat antara pemimpin yang berkapasitas, religius, dan berpengalaman, serta seorang aktivis muda.
“Saya pengalaman MK sebagai Bupati Halsel selama dua periode, pengurus harian pusat PKS, dan sebagai seorang ulama dan tokoh masyarakat Togale. Sementara Basri Salama dianggap sebagai mantan anggota DPD RI, aktivis Maluku Utara, dan tokoh muda dari Tidore yang juga berperan penting dalam pemekaran Provinsi Maluku Utara,” ungkap Dr. Sofyan.
Senada juga disampaikan Dr. Guntur Alting menyebut bahwa pasangan yang didukung oleh PKS dan Hanura ini merupakan perpaduan pemimpin religius, intelektual, dan profesional yang lengkap.
Ia melihat MK-BISA duet yang luar biasa, menggabungkan kualitas Muhammad Kasuba sebagai seorang ulama yang sukses memimpin Halmahera Selatan dengan Basri Salama, seorang aktivis yang berjuang dari latar belakang kaum dhuafa.
Menurut Guntur, pengalaman hidup Basri Salama yang tumbuh dari kalangan miskin membuatnya memahami betul tantangan kemiskinan dan kebodohan, bukan hanya sebagai teori, tetapi sebagai kenyataan yang ia alami sendiri.
Hal ini, menurutnya, menjadikan Basri Salama sosok yang sangat relevan untuk memimpin dan membawa perubahan bagi masyarakat Maluku Utara.
“Saya mengingatkan rakyat Maluku Utara untuk bijaksana dalam memilih pemimpin yang baik, mengingat Maluku Utara adalah daerah yang religius dan kaya akan budaya. Ia mengajak masyarakat untuk memilih pemimpin yang mampu membawa perubahan positif bagi wilayah ini,” jelasnya.
Katanya, dengan dukungan berbagai kalangan, paket MK-BISA diharapkan mampu menghadirkan solusi atas berbagai permasalahan yang dihadapi Maluku Utara dan mewujudkan harapan rakyat setempat.(red)












