Kuker ke Joronga Wabup Helmi Akui Agromaritim Bawa Perubahan Halsel

Jumat, 1 Agustus 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

LABUHA – Kamis pagi, 31 Juli 2025, menjadi hari yang berbeda. Wajah-wajah nelayan dan ibu-ibu pesisir menengadah pada seorang tamu yang telah mereka tunggu Wakil Bupati Halmahera Selatan (Halsel), Helmi Umar Muchsin.

Dalam balutan kemeja putih dan semangat yang tak kalah cerah dari langit, Helmi melangkah ke tengah-tengah masyarakat. Ini kunjungan kerja keduanya setelah sebelumnya menyambangi Kayoa. Tapi Joronga bukan sekadar tujuan agenda. Ini adalah tanah asal, tempat darah dan ingatan berpaut.

“Saya bukan hanya datang sebagai pejabat, tapi juga sebagai keluarga,” ucap Helmi dalam sambutannya.

Namun, lebih dari nostalgia, Helmi membawa satu misi besar yakni Agromaritim. Agromaritim bukan sekadar konsep dalam dokumen perencanaan.

Di hadapan masyarakat Kukupang, yang sehari-harinya menggantungkan hidup dari laut dan ladang kecil, Helmi memaparkan skema besar ini dengan sederhana namun menjangkau luas: integrasi kekayaan laut dan potensi pertanian untuk kesejahteraan.

Baca Juga :  MK-BISA for Malut Usung Pemilu Damai Lahirkan Pemimpin yang Baik

“Halsel harus melihat laut bukan hanya sebagai ruang tangkap, tapi sebagai ruang hidup yang bisa dibudidayakan dan dikelola berkelanjutan,” ujar Helmi.

Ia menunjuk rumput laut sebagai komoditas kunci yang bisa menjadi tulang punggung ekonomi Joronga.

“Pola pikir harus bergeser. Dari sekadar menangkap, menuju membudidayakan,” tegasnya.

Agromaritim, dalam narasi Helmi, bukan hanya program daerah. Ia menyebut bahwa visi ini selaras dengan prioritas pembangunan nasional yang mendorong transformasi ekonomi berbasis potensi lokal.

“Kita sedang menyusun peta jalan yang menyambungkan desa, kabupaten, hingga pusat,” kata dia.

Dalam forum yang dihadiri Camat Rahmatullah Rasai, Kepala Desa Kukupang Fauzi Ibrahim, para kepala desa Joronga, dan ratusan warga, Helmi bicara bukan sekadar teknis. Ia bicara tentang mindset (pola pikir).

Baca Juga :  Desak Brigjen Pol Arif Budiman Kapolda Malut Take Over Kasus Tambang Ilegal Kubung

Menurutnya, tantangan terbesar bukanlah alat atau modal, melainkan kesiapan masyarakat untuk berubah.

“Saya tahu betul psikologi orang Joronga. Kita kuat, tapi sering lupa bahwa kekuatan kita juga perlu ditata,” ujarnya.

Mimpi Helmi disambut antusias, tapi juga dengan daftar panjang pekerjaan rumah. Kepala Desa Kukupang, Fauzi Ibrahim, menumpahkan aspirasi masyarakat: pelabuhan yang layak, jaringan air bersih, hingga harapan agar Joronga dan khususnya Kukupang jadi tuan rumah STQH (Seleksi Tilawatil Qur’an dan Hadits) pada 2027.

Menurut Fauzi, jika Joronga dipilih menjadi tuan rumah STQH, geliat pembangunan akan terdorong lebih cepat.

“Pelabuhan akan diperbaiki, air bersih diperhatikan, dan masyarakat lebih diperhatikan,” kata dia.

Di bidang pendidikan, Fauzi menyebut empat sekolah di Kukupang butuh perhatian. Guru minim, sarana terbatas. Belum lagi ancaman terhadap ekosistem laut. Ia meminta pemerintah daerah menindak tegas praktik pengeboman ikan yang kian merusak biota laut dan menggerus pendapatan nelayan.

Baca Juga :  KNPI Halmahera Selatan Sebut Pernyataan Sefnat Keliru

Kunjungan Helmi ke Joronga tidak hanya menciptakan harapan, tapi juga menyematkan tanggung jawab: bahwa transformasi dari desa pesisir bisa jadi poros baru pembangunan Halmahera Selatan. Dengan pendekatan agromaritim, laut dan darat bukan lagi entitas terpisah. Mereka harus disinergikan.

Helmi sadar, kerja ini panjang. Tapi di tengah suara debur ombak Kukupang, ia percaya: pembangunan tak harus selalu dimulai dari pusat. Kadang, justru dari desa-desa yang jaraknya jauh dari ibu kota, lahirlah visi yang paling murni.

“Saya dan Bupati Bassam Kasuba percaya, perubahan itu tumbuh dari bawah. Dari laut yang kita rawat, dari ladang yang kita tanam, dan dari masyarakat yang percaya,” pungkas Helmi, sebelum meninggalkan Desa Kukupang menuju Desa Tawabi.(red) 

Berita Terkait

Wabup Halmahera Selatan Jawab Dua Ranperda 
Berita Skandal Lelang Cathlab Tiga Wartawan Dipolisikan, PWI Halsel Kecam Iksan Kaleserang
Pemda Halsel Dorong Penggunaan Aset Daerah Dioptimalkan
Tetapkan RDTR Pemda Halmahera Selatan Buka Ruang Investasi
Masyarakat Laigoma Kayoa Kembali Palang Kantor Desa
Desak Polda Maluku Utara Usut Tuntas Pelaku Pencuri Kapal Tongkang
Disperkim Halsel Pastikan Pembangunan 20 Unit MCK Leleojaya Tuntas
Ikbal Mustafa Ketum Masatawa Ucapkan Selamat HUT IKA-Togale Halsel ke 21 Tahun
Berita ini 19 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 8 Oktober 2026 - 00:29 WIB

Wabup Halmahera Selatan Jawab Dua Ranperda 

Rabu, 7 Oktober 2026 - 15:42 WIB

Berita Skandal Lelang Cathlab Tiga Wartawan Dipolisikan, PWI Halsel Kecam Iksan Kaleserang

Rabu, 7 Oktober 2026 - 09:12 WIB

Pemda Halsel Dorong Penggunaan Aset Daerah Dioptimalkan

Selasa, 6 Oktober 2026 - 15:40 WIB

Tetapkan RDTR Pemda Halmahera Selatan Buka Ruang Investasi

Selasa, 6 Oktober 2026 - 15:29 WIB

Masyarakat Laigoma Kayoa Kembali Palang Kantor Desa

Berita Terbaru

Helmi Umar Mukshin Wakil Bupati Halmahera Selatan. Foto Sadam Hadi|Segmen

Berita Terkini

Wabup Halmahera Selatan Jawab Dua Ranperda 

Kamis, 8 Okt 2026 - 00:29 WIB

Rapat Kordinasi Penggunaan Aset Daerah yang dipimpin Wakil Bupati Halsel Helmi Umar Mukhsin. Foto Sadam Hadi|Segmen

Berita Terkini

Pemda Halsel Dorong Penggunaan Aset Daerah Dioptimalkan

Rabu, 7 Okt 2026 - 09:12 WIB

Bupati Halsel Buka Focus Group Discussion (FGD) I RDTR dan Konsultasi Publik I Kajian Lingkungan Hidup Strategis (KLHS). Foto Sadam Hadi|Segmen

Berita Terkini

Tetapkan RDTR Pemda Halmahera Selatan Buka Ruang Investasi

Selasa, 6 Okt 2026 - 15:40 WIB

Kantor Desa Laigoma Kecamatan Kayoa, Kabupaten Halmahera Selatan. Foto Sadam Hadi|Segmen

Berita Terkini

Masyarakat Laigoma Kayoa Kembali Palang Kantor Desa

Selasa, 6 Okt 2026 - 15:29 WIB