![]() |
| foto: bersama |
Setelah pasca gempa bumi yang berkekuatan 6,8 skala yang richter yang mengguncang Kota Ambon, Provinsi Maluku, pada September lalu, Lanud Pattimura Ambon menggelar kegiatan trauma healing untuk anak-anak korban gempa bumi yang berada di sejumlah tenda pengungian di daerah itu pada Sabtu (19/10) kemarin.
Kegiatan trauma healing ini yang melibatkan Yayasan Ardhya Garini (Yasarini) bersama Tenaga Pengajar Dari Sekolah Angkatan serta Mahasiswa Dari Universitas Pattimura Ambon yang sedang melaksankan Kuliah Kerja Nyata (KKN) di SMA Angkatan Lanud Pattimura Ambon,” kata Komandan Lanud Pattimura Ambon, Kolonel Pnb Sapuan dalam rilis yang diterima redaksi segmen.co.id di Ternate, Rabu (23/10/2019).
Menurut Komandan Lanud Pattimura, kegiatan trauma Healing yang dilaksankan dari Lanud Pattimura Ambon ini tujuannya memberikan edukasi yang disajikan dengan humanis dan penuh keceriaan, dimana metode yang diterapkan untuk Mengembalikan semangat dan motivasi anak-anak pasca gempa bumi yang melanda di daerah itu.
“Kegiatan ini yang dilaksanakan untuk mengajarkan anak-anak yang sifatnya memberikan edukasi, sosialisasi dan simulasi apabila jika terjadi gempa maka apa yang harus mereka lakukan serta menghibur mereka dengan melakukan senam bersama dan tidak lupa pemberian tali asih untuk membantu meringankan beban anak-anak yang saat ini mereka sangat membutuhkan bantuan sosial,” ujarnya.
Ia menambahkan, kegiatan truama healing yang digelar oleh Lanud Pattimura ini diikuti Ratusan anak-anak dari tiga desa yakni , Desa Liang, Desa Wainuru dan Desa Lekong serta diharapkan dapat memberikan suport dukungan moral kepada para korban gempa bumi dengan memberikan terapi kepada anak-anak yang berada di tenda pengungsian, agar mereka tidak putus asa. (H05)












