MOROTAI – Masyarakat Desa Cucumare merasa resah dengan harga subsidi minyak tanah yang mendadak naik. Pasalnya subsidi minyak tanah yang semula diketahui oleh warga Desa Cucumare hanya Rp 5000 per liter, kini mendadak naik menjadi Rp 6000 per liter.
Salah satu warga Desa Cucumare Julia, kepada segmen, Rabu (20/4/2022) mengaku harga minyak tanah di Desa Cucumare tiba-tiba naik dari yang sebelumnya Rp 5000 menjadi Rp 6000 per satu liter.
Bahkan kata dia, subsidi minyak tanah sudah habis terjual saat warga yang belum mendapat kebagian untuk membeli ke pangkalan minyak tersebut.
“Sekarang minyak tanah tiba-tiba harga so nae Rp 6000 satu liter, tetapi waktu warga mau ambe bagiannya, dorang bilang minyak tanah so abis,” ucap Julia.
Dirinya juga meminta pemerintah daerah agar bisa menengur, selain itu dirinya juga siap bersedia jika dimintai keterangan oleh dinas terkait soal harga minyak tanah yang mendadak naik.
“Torang minta agar pemerintah togor ke pangkalan minyak tanah, torang juga bersedia kalau pemerintah pangge untuk kase keterangan,” tegasnya.
Kepala Dinas Perindagkop, Nasrun Mahasari saat dikonfirmasi via whatsaap, Kamis (21/4/2022) mengatakan soal minyak tanah yang dijual oleh pangkalan harus sesuai dengan harga eceran tertinggi (HET), sesuai SK Bupati Pulau Morotai yakni untuk Kecamatan Morselbar yakni 4.700 per liter.
“Pangkalan dilarang keras untuk menjual minyak tanah bersubsidi di atas harga HET. Jika ada pangkalan dengan sengaja menjual minyak tanah diatas harga HET, maka sangsinya adalah izin penjualannya akan kami evaluasi,” kata Nasrun Mahasari
Kadis Perindagkop Morotai juga turut memberi himbauan dan instruksi kepada seluruh pangkalan minyak tanah agar berdasarkan SK bupati Pulau Morotai tentang penetapan sub agen dan pangkalan minyak tanah di Kabupaten Pulau Morotai.
“Kepada semua pangkalan minyak tanah dilarang keras untuk menjual tidak sesuai harga HET, Tetapi harus sesuai dengan SK Bupati Pulau Morotai,” tegasnya. (san)












