![]() |
| Pengurus KNPI Kota Ternate bersama Kadisnartrans |
Karteker Ketua DPD KNPI Kota Ternate Risno Wahid didampingi sekretarisnya Maskur J. Latif dengan sejumlah pengurusnya mendatangi Disnaker dengan agenda silaturahmi serta mendiskusikan dua hal yang menjadi sorotan masyarakat diakhir-akhir ini.
“Kedatangan kami tadi dengan maksud bersilaturrahmi dan ada dua hal yang kami diskusikan bersama dengan kapala Disnaker ternate, yakni Upa Minimum Kota (UMK) dan keberadaan Alfamidi yang menjadi isu hangat di Kota Ternate,” kata Risno, usai menemui Kadisnaker Kota Ternate, Jusuf Sunya, Rabu (30/10/2019).
Menurutnya, keberadaan Alfamidi ada sisi negatif dan positif, namun disisi lain dengan keberadaan Alfamidi bisa berpengaruh terhadap pasar lokal.
“Ada positif negatifnya, kalau kehadira Alfamidi tentu dapat menyerap kurang lebih 200 tenaga kerja, namun disisi lain kehadiran Alfamidi juga bisa membuat pasar lokal akan mendapatkan sebuah keterhambatan perputaran modal dan pola daya saing,” tukasnya.
Risno juga menyebut, dalam waktu dekat pihaknya bakal menggelar diskusi terkait isu Upa Minumum Kota (UMK) dan Alfamidi dengan melibatkan Pemerinta Kota Ternate dalam hal ini Disnaker dan stakholder lainnya.
“Kami berharap banyak dalam diskusi nanti ada sebuah solusi konkrit terkait dengan dua isu strategis itu,” ujarnya.
Sementara itu, Kadisnakertrans Kota Ternate Yusuf Sunya merespon baik dan mengapresiasi terkait silaturahmi serta diskusi yang bakal di gelar DPD KNPI soal UMK dan Alfamidi.
“Saya dukung itu bagus, nanti kita saling koordinasi dan kemudian atur jadwalnya,” kata Yusuf usai menemui pengurus KNPI diruang kerjanya.
Menurut Yusuf, Alfamidi adalah investasi orang, akan tetapi kehadirannya membuka peluang usaha sehingga menjadi suatu kesempatan yang positif bagi putra-putri daerah untuk bekerja.
“Ada 20 titik Alfamidi yang dibuka, 1 Alfamidi butuh pegawai sekitar 10 sampai 12 kalau 20 berarti 240 orang pegawai, saya kira ini kesempatan bagus bagi kita punya anak daerah,” terang Yusuf. Sembari menyebut jangan di lihat soal polemiknya tetapi paling tidak ini merupakam kesempatan bagi anak-anak daerah untuk mendapat kesempatan bekerja.(van)












