TERNATE – Pemerintah Provinsi Maluku Utara membantah 37 hotel dan penginapan di Kota Ternate jadi tempat hunian khafilah STQ Nasional yang dihelat 14-25 Oktober 2021.
Kepala Biro Administrasi Pimpinan Provinsi Maluku Utara, Rahwan K. Suamba menyatakan, fasilitas yang disiapkan Pemerintah Kota Ternate itu hanya bentuk dukungan menyukseskan kegiatan, bukan sebagai tempat hunian para kontingen.
Rahwan bilang, kesiapan panitia pelaksana saat ini terbilang matang. Bahkan tim advance masing-masing provinsi justru menyambut baik semua persiapan panitia.
“Mereka tidak mengeluh terkait dengan situasi dan kondisi yang mereka lihat (kesiapan pelaksanaan STQ). Ketua dewan hakim yang baru pun berkunjung tadi menyampaikan banyak terimakasih kepada bapak gubernur dan panita atas persiapan kegiatan keagamaan ini,” bantah Rahwan, Kamis (30/09).
Menurutnya, Pemerintah Provinsi Maluku Utara dibawah kendali Gubernur Abdul Gani Kasuba, terus mendongkrak semua kesiapan pelaksanaan. Termasuk menyiapkan ratusan lapak UMKM yang nantinya menjamu tamu dengan berbagai jenis olahan makanan.
“Soal hasil rapat sebagaimana disampaikan Rizal Marsaoly (Kepala Dinas Pariwisata Kota Ternate itu bukan mengatur tempat hunian peserta atau khafilah,” tandas Rahwan. Sembari menyebut rapat itu hanya bersifat koordinasi antar lintas sektor, karena tamu yang datang itu lebih dulu mendarat di Kota Ternate. (red)












