Pemuda Gane Kecam Rencana Festival Pulau Widi, Tuntut Pemerintah Provinsi Perbaiki Infrastruktur

Selasa, 31 Oktober 2023

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Potret minimnya sarana pendukung di pulau Widi (foto : mexesscreamo/IG)

Potret minimnya sarana pendukung di pulau Widi (foto : mexesscreamo/IG)

Labuha – Pemerintah Provinsi Maluku Utara berencana menggelar festival Pulau Widi sebagai salah satu upaya mengembangkan sektor pariwisata di daerah itu. Namun, rencana tersebut menuai penolakan dari sejumlah pihak, termasuk pemuda Gane.

Salah satu tokoh pemuda Gane, Muhammad Saifudin, mengecam rencana festival Widi yang akan digelar pada bulan November mendatang. Menurutnya, festival tersebut hanya akan membuang energi dan menghabiskan anggaran daerah tanpa memberikan dampak positif apa pun.

“Jangan mengulangi hal yang sama pada beberapa tahun yang lalu, masih segar dalam ingatan kami bagaimana kegiatan Widi International Fishing Tournament (WIFT) tahun 2017 yang tidak memberikan dampak apa pun,” kata Muhammad Saifudin kepada awak media, Selasa (31/10/2023).

Baca Juga :  H-3 Daftar di KPU Halsel, Bassam-Helmi Tak Gentar dengan Rival
Transportasi di pulau Widi (foto : elislami/IG)

Ia mengatakan, Pulau Widi yang seharusnya mendapat kucuran dana APBN sebagai wilayah strategis nasional justru dijadikan ajang pesta-pesta oleh pemerintah provinsi. Ia menilai hal ini sebagai bentuk pembodohan bagi masyarakat Gane.

“Kami menolak festival Widi karena menganggap pemerintah provinsi keliru dalam pengembangan dan peningkatan wisata di Maluku Utara. Seharusnya yang diperhatikan adalah infrastruktur transportasi laut dan darat sehingga para wisatawan dengan mudah mengakses Pulau Widi,” ujarnya.

Ia menambahkan, hasil pansus LKPJ DPRD Provinsi Maluku Utara tahun anggaran 2022 yang merekomendasikan kepada gubernur agar meningkatkan sektor pariwisata karena pendapatan asli daerah (PAD) tidak mencapai target dari sektor tersebut, bukan berarti harus menggelar festival Widi.

Baca Juga :  Gubernur Malut Resmi Lantik Bupati dan Wakil Bupati Halsel

“Membuat festival Widi sama artinya dengan membuang garam ke laut. Kami minta pemerintah provinsi lebih bijak dan bertanggung jawab dalam mengelola anggaran daerah,” tutupnya.

Berita Terkait

ASN KPH Jual Tanah Topsoil Ilegal 30 DPR Halsel Tidur
Desak Pemda Halsel Percepat WPR Kusubibi
40 ASN Pemda Halmahera Selatan Ikut PKA 2026
Pemda Halsel Pelopor Penguatan Sistem Manajemen Talenta ASN
Terseret Kasus Jual Tanah Topsoil Polres Halsel Periksa Kades Hidayat
Uji Komitmen Kapolres Halsel Tutup Tambang Ilegal di Kali Raim Liaro
Fajri Ahmad Anak Buah Sherly di Halsel Jadi Tukang Jual Tanah Topsoil Ilegal
Tak Kantongi Izin DLH Halsel Akui Pengambilan Tanah Topsoil di Hidayat Ilegal
Berita ini 2 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 30 Juli 2026 - 10:32 WIB

ASN KPH Jual Tanah Topsoil Ilegal 30 DPR Halsel Tidur

Kamis, 30 Juli 2026 - 09:42 WIB

Desak Pemda Halsel Percepat WPR Kusubibi

Kamis, 30 Juli 2026 - 00:29 WIB

40 ASN Pemda Halmahera Selatan Ikut PKA 2026

Kamis, 30 Juli 2026 - 00:20 WIB

Pemda Halsel Pelopor Penguatan Sistem Manajemen Talenta ASN

Rabu, 29 Juli 2026 - 05:14 WIB

Terseret Kasus Jual Tanah Topsoil Polres Halsel Periksa Kades Hidayat

Berita Terbaru

Kantor DPRD Kabupaten Halmahera Selatan

Berita Terkini

ASN KPH Jual Tanah Topsoil Ilegal 30 DPR Halsel Tidur

Kamis, 30 Jul 2026 - 10:32 WIB

Sahmar M. Zen, Direktur PARADE Maluku Utara. foto Sadam Hadi|Segmen

Berita Terkini

Desak Pemda Halsel Percepat WPR Kusubibi

Kamis, 30 Jul 2026 - 09:42 WIB

Berita Terkini

40 ASN Pemda Halmahera Selatan Ikut PKA 2026

Kamis, 30 Jul 2026 - 00:29 WIB

Berita Terkini

Pemda Halsel Pelopor Penguatan Sistem Manajemen Talenta ASN

Kamis, 30 Jul 2026 - 00:20 WIB