Ikatan Pemuda Pelajar Mahasiswa Orimakurunga atau IPPMOR bersama ratusan masyarakat menggelar aksi protes, Rabu (27/5). Ketidaktransparan Anggaran Pendapatan Belanja Desa atau APBDes 2017 sampai 2019 menjadi penyebab dilakukannya protes selama tiga berturut-turut itu.
Masa aksi meminta agar pemerintah desa dan badan permusyaratan desa setempat membacakan dokumen APBdes selama kurun waktu 2017 sampai 2019. Mereka juga menuntut pemerintah desa mempertanggungjawabkan dugaan penyimpangan APBDes di depan Kantor Balai Desa Orimakurunga.
Situasi demontrasi semula panas berubah meredah. Ketua BPD Orimakurunga Bakar Karim, menemui masa aksi dan membacakan dokumen APBDes 2017, namun tidak untuk 2018 dan 2019. Namun itu belum membuat masa aksi puas.
Fahrudin Ando, salah satu pemuda Orimakurunga mengaku, Kepala Desa
Kepala desa, sambung Fahrudin, selain punya tugas dan tanggung jawab sebagai aparatur pemerintah, juga berkewajiban membuka akses keterbukaan informasi pengelolaan dan penggunaan dana desa, terutama kepada masyarakat Orimakurunga.
“Apalagi ini dana desa. Sudah barang tentu masyarakat harus tahu, di pake (gunakan) untuk apa-apa saja,” ucap Fahrudin, usai menggelar aksi, Rabu (26/5).












