LABUHA – Kontraktor Pembangunan Jalan Sirtu Busua Pasir Putih menanggapi soal mandeknya proyek miliknya.
Direktur CV. Bima Sakti Idham Ibrahim mengakui terkendalanya kegiatan tersebut lantas sulitnya mobilisasi alat ke lokasi proyek.
Idham bilang, paska menang tender, sejumlah alat berat itu tidak bisa diterjunkan ke lokasi karena tidak ada kapal atau Very yang berkapasitas besar.
“Karena tidak ada Very berkapasitas besar rute Kayoa Barat. Beda dengan Very rute Ternate Makian itu kapasitasnya besar,” ujar Idham Ibrahim, kepada Segmen, Rabu (02/08).
Idham Ibraim yang juga Bendahara Partai Kebangkitan Bangsa Halsel itu menyebut alat yang rencana dibawa ke lokasi untuk pembangunan jalan Sirtu Busua Pasir Putih yatu 2 Unit Excavator, 1 unit Bomag, 3 unit Dump Truk.
“Daftar alat berat Exavator 2 unit, Bomag 1 unit, Dump, truck 3 unit ini terkendala ke lokasi menunggu LCT karena Fery yang jalur Busua Kecamatan Kayoa Barat itu tidak bisa muat alat berat,” kata Idham.
Lebih jauh lagi, kata Idham saat ini sudah ada kapal atau tongkat yang disiapkan sehingga dalam waktu dekat ini juga sejumlah alat ini akan diterjunkan ke lokasi untuk dilakukan pekerjaan hingga tuntas.
“Sudah siap dan menunggu LCT saja maka alat berat ini akan dibawa ke lokasi proyek untuk dilakukan pekerjaan Jalan Sirtu Busua Pasir Putih hingga tuntas,” tutup Idham.(red)












