TERNATE – Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi meminta renovasi Bandar Udara Sultan Babullah Ternate di Kota Ternate, Maluku Utara, selesai pada November 2023.
Hal ini disampaikan oleh Kepala UPBU Kelas II Sultan Babullah Ternate, Daverius Maarang, Senin (18/9/2023).
“Renovasi untuk semua bangunan, yang besaran perbaikannya Rp 45 miliar, “katanya.
Renovasi masih dikerjakan pada arah Selatan, sementara arah Utara juga akan direnovasi.
Startingnya renovasi dimulai Maret, kemudian lelang pada April, sehingga saat ini sudah ada pekerjaan.
“Pak Menteri Perhubungan meminta, November 2023 ini sudah finis renovasi nya. Apapun plus dan minusnya, harus selesai sesuai keinginannya, itu yang ditekankan, “ungkapnya.
Target ini karena akan diadakan kegiatan Hari Nusantara di Kota Tidore Kepulauan. Sehingga Menteri Perhubungan tegaskan untuk cepat selesai, sehingga Desember 2023 sudah bisa dipakai.
“Jadi untuk ruangan VVIP kita juga sedang target cepat selesai, dan itu kita sudah panggil konsultan dan kontraktornya, “tuturnya.
Selain itu juga, untuk arah Utara juga akan ditargetkan secepatnya karena itu semua direnovasi.
Renovasi bandara ini dilakukan oleh PT Ramandika Mandiri dengan konsultan PT Tambora Setia Jaya.
Proyek ini dibiayai oleh APBN 2023 LPSE Kementerian Perhubungan senilai Rp 41,3 miliar.
Namun, proyek ini menuai kontroversi karena diduga banyak kecurangan dan penyimpangan.
Salah satu dugaan kecurangan adalah penggunaan bahan-bahan bekas dalam proyek ini.
Hal ini terlihat dari kondisi plafon yang tidak rapi, penyok, dan bengkok.
Selain itu, aspek kesehatan dan keselamatan kerja (K3) juga diabaikan di lokasi proyek.
Beberapa sumber yang enggan disebutkan namanya mengungkapkan kepada media bahwa proyek ini kemungkinan besar tidak akan selesai sesuai jadwal.
Mereka juga menunjukkan adanya video yang viral di media sosial yang menampilkan kondisi proyek yang amburadul dan tidak profesional.












