SURABAYA – Bupati Halmahera Selatan (Halsel), Hasan Ali Bassam Kasuba, memberikan apresiasi terhadap inovasi yang ditunjukkan oleh empat pejabat asal Halsel dalam ajang Pendidikan dan Pelatihan Kepemimpinan Tingkat II (PIM 2) yang diselenggarakan oleh BPSDM Provinsi Jawa Timur di Surabaya.
Kehadiran Bupati tidak hanya sebagai bentuk dukungan, namun juga sebagai mentor dalam penyusunan Rancangan Proyek Perubahan yang dipresentasikan pada Kamis (24/4/25).
Keempat peserta dari Halsel menampilkan proyek-proyek perubahan strategis yang ditujukan untuk meningkatkan pelayanan publik dan memperkuat tata kelola pemerintahan di daerah. Proyek-proyek tersebut antara lain:
Safiun Radjulan (Sekretaris Daerah Halsel)
Klik SARUMA (Strategi Akselerasi Barang Milik Daerah): Sebuah inisiatif digital untuk optimalisasi pengelolaan aset daerah.
Ikbal Hi. Mustafa (Kadis Perkim Halsel)
SITANGKAS (Strategi Penataan Perumahan dan Kawasan Pemukiman): Solusi terhadap masalah permukiman kumuh dan pembangunan rumah layak huni.
Fadli Hi. Kadir Hi. Radjab (Kepala Bapelitbangda Halsel)
KAPITA (Akselerasi Perencanaan Pembangunan Daerah Berbasis Inovasi): Upaya penguatan perencanaan berbasis data dan teknologi.
Abdillah Kamarullah (Kepala BKPPD Halsel)
SIMANTAP (Sistem Merit dan Manajemen Talenta): Sistem berbasis kompetensi untuk meningkatkan kualitas SDM aparatur.
Bupati Bassam Kasuba menyatakan bahwa inovasi-inovasi ini sangat relevan dengan tantangan dan kebutuhan pembangunan di Halsel. “Saya yakin jika rancangan ini diimplementasikan secara konsisten, akan berdampak besar terhadap percepatan pembangunan serta kualitas pelayanan publik di Halsel,” ungkapnya.
Tak lupa, Bupati Bassam juga mengucapkan terima kasih kepada para coach pendamping dan penguji yang telah memberikan bimbingan serta masukan berharga kepada para peserta.
Usai sesi presentasi, para peserta akan melanjutkan ke tahap penyempurnaan rancangan proyek sebelum masuk ke fase implementasi dan evaluasi. Jika proyek dinilai layak, maka akan dijadikan pilot project di Halmahera Selatan sebagai bagian dari transformasi tata kelola daerah berbasis inovasi.(red)












