LABUHA – Pemerintah Kabupaten Halmahera Selatan (Halsel) terus berupaya mendorong partisipasi masyarakat dalam menekan kasus Stunting yang terjadi di bumi Saruma.
Tim Percepatan Penanganan Stunting (TPPS) dari Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak dan Keluarga Berencana (DP3A-KB) Halsel baru saja mengadakan kegiatan audit kasus stunting di SMA Negeri 1 Halsel pada Jumat (19/07).
Kegiatan ini juga dihadiri langsung oleh istri dari Bupati Halsel sebagai Wakil Ketua III TPPS Halsel yaitu Bunda Rifa’at Al Sa’adah Bassam, Kepala DP3AKB Halsel Karima Nasaruddin, duta genre Indonesia Maluku Utara tahun 2023 Mudrika Abd Asis Adji, tim satgas stunting Provinsi Maluku Utara, dan ratusan siswa dan siswi dari SMAN 1 Halsel.
Dalam sambutannya, Bunda Gendre Rifa’at Al Sa’adah Bassam memberikan edukasi kepada pelajar tentang pentingnya menerapkan makan dengan pola gizi seimbang.
“Sangat perlu bagi kalian (pelajar) untuk mendapatkan pendidikan parenting, pemahaman kesehatan, serta pemahaman akan pentingnya mengonsumsi makanan dengan pola gizi seimbang,” jelasnya.
Sementara Kepala DP3AKB Halsel, Karima Nasaruddin, juga menekankan bahwa pola makan dengan gizi seimbang sangat penting untuk mencegah stunting. Banyak remaja yang lebih memilih mengonsumsi makanan instan daripada buah-buahan dan sayur-sayuran, yang mengakibatkan asupan vitamin dan gizi yang dibutuhkan tidak terpenuhi.
“Sebagai salah satu upaya mewujudkan Negeri Saruma Zero Stunting, kami berharap bahwa kegiatan ini dapat memberikan edukasi yang berguna bagi pelajar dalam menjalankan pola hidup sehat,” tambahnya.
Pertumbuhan anak yang optimal adalah tanggung jawab bersama antara keluarga, masyarakat, dan pemerintah. Maka dari itu, mari kita saling mendukung dalam upaya mencegah kasus stunting.(red)












