LABUHA – Politik balas dendam bakal dihapuskan oleh Paslon Bupati dan Wakil Bupati Halsel Usman Sidik dan Hasan Ali Bassam Kasuba kelak terpilih. Sebab politik balas dendam selama ini menghantui ASN di Halsel setiap moment Pilkada.
Usman Sidik dalam kampanye disejumlah desa di Makian dan Kayoa mengatakan para ASN di Halsel selalu menghantui kinerja mereka pada setiap moment pemilihan umum entah Pileg maupun Pilkada selama ini.
“Saya mau sampaikan bahwa guru-guru tidak perlu takut terkait politik balas dendam, sebab saya dan pak Bassam ketika terpilih tidak akan kase pindahkan kalian ditempat lain, walaupun kalian tidak pilih kami,” kata Usman Sidik disejumlah tempat kampye di Makayoa belum lama ini.
Mantan wartawan RCTI selama 20 tahun itu bilang pihaknya tidak akan lakukan namanya politik balas dendan terhadap ASN di Halsel sebab para ASN baik itu Guru, tenaga kesehatan. Khusus ASN Pemda Halsel harusnya diberi insentif yang cukup sehingga guru bisa fokus dalam bekerja baik yaitu mendidik anak-anak generasi penerus dan melayani masyarak bagi tenaga kesehatan.
“Guru-guru dan tenaga kesehatan harus diberi insentif sehingga bekerja semaksimal mungkin untu anak cucu kita agar bisa bersaing ditingkat nasional maupun internasional,” jelas Wakil Bendahara Umum Dewan Pimpinan Pusat Partai Kebanfkitan Bangsa itu.
Menurutnya situasi dan dampak politik di Halsel harus dibuat berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya sehingga masyakat Halsel lebih tenang terkhusus ANS agar lebih fokus bekerja demi kemajuan negeri Saruma.
Sekedar diketahui Paslon nomor 2 Usman-Bassam didukun 9 partai politik yang miliki 21 kursi di DPRD Halsel. Selain itu Paslon nomor 2 juga didukung tokoh-tokoh Makayoa terpengaruh di Halsel khusus dan Provinsi Maluku Utara umumnya.(van)












