LABUHA – Sebanyak 21 etnis atau paguyuban turut memeriahkan pembukaan Festival Saruma Kabupaten Halmahera Selatan (Halsel) Maluku Utara melalui lomba Saruma Fashion, yang digelar Pemerintah Daerah melalui Dinas Pariwisata dan Kebudayaan, Senin, 29 Desember 2025 yang berlangsung di kawasan Pantai Tembal UMKM.
Kegiatan ini menjadi bagian dari rangkaian peringatan Festival Saruma 2025 dan berhasil menarik perhatian masyarakat dengan menampilkan kekayaan budaya Nusantara dalam balutan busana adat dan lagu tradisional dari masing-masing etnis.
Adapun paguyuban yang ambil bagian dalam Saruma Fashion ini antara lain:
1. Paguyuban Kesultanan Bacan
2. Ikatan Kerukunan Keluarga Tidore
3. Paguyuban Makian–Kayoa
4. Ikatan Kerukunan Keluarga Ternate
5. Ikatan Kerukunan Keluarga Tobelo–Galela
6. Ikatan Kerukunan Keluarga Bajo
7. Ikatan Kerukunan Keluarga Arab
8. Ikatan Kerukunan Keluarga Tionghoa
9. Ikatan Kerukunan Keluarga Maluku Ambon
10. Ikatan Kerukunan Keluarga Sula
11. Ikatan Kerukunan Keluarga Seram Timur Tenggara
12. Ikatan Kerukunan Keluarga Buton
13. Ikatan Kerukunan Keluarga Wakatobi
14. Ikatan Kerukunan Keluarga Sulawesi Utara 1
16. Ikatan Kerukunan Keluarga Sulawesi Utara 1
15. Ikatan Kerukunan Keluarga Papua
16. Ikatan Kerukunan Keluarga Minang
17. Ikatan Kerukunan Keluarga Sulawesi Selatan
18. Ikatan Kerukunan Keluarga Jawa
19. Ikatan Kerukunan Keluarga Pasunda
20. Ikatan Kerukunan Keluarga Madura
Masing-masing paguyuban menampilkan busana adat khas serta membawakan lagu-lagu tradisional saat tampil di panggung kehormatan Festival Saruma. Para peserta disambut langsung oleh Bupati Halmahera Selatan Hasan Ali Bassam Kasuba bersama Wakil Bupati Halmahera Selatan.
Bupati Bassam Kasuba menyampaikan apresiasi atas partisipasi seluruh etnis dan paguyuban yang turut menyukseskan pembukaan Festival Saruma 2025.
“Kegiatan ini menunjukkan bahwa Halmahera Selatan adalah miniatur Indonesia. Hampir seluruh etnis dari Sabang sampai Merauke hidup berdampingan di daerah ini,” ujar Bassam.
Melihat tingginya antusiasme masyarakat, Bassam menegaskan komitmen pemerintah daerah untuk menjadikan Festival Saruma sebagai agenda budaya tahunan, dengan skala penyelenggaraan yang akan diperbesar di masa mendatang.
“Festival Saruma bukan hanya hiburan, tetapi juga ruang mempererat persatuan, menjaga keberagaman, dan memperkuat identitas budaya Halmahera Selatan,” tutupnya.(red)












