LABUHA – Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Diknas) Kabupaten Halmahera Selatan (Halsel) bakal membangun 1 Ruang Kelas Belajar (RKB) Sekolah Dasar Inpres Desa Orimakurunga, Kecamatan Kayoa Selatan. 3 RKB gedung tua SD Inpres itu memang sejak lamah dikeluhkan, sebab sangat tidak layak lagi digunakan untuk proses belajar mengajar.
Sekretaris Dikbud Halsel Umar Iskandar Alam mengatakan, pada tahun 2021 ini 1 RKB SD Inpres bakal dibangun dengan anggaran kurang lebih 400 juta. SD Inpres Orimakurunga yang saat ini telah diganti nomenklatur menjadi SDN 138 Halsel itu kata Umar sudah diprioritaskan pada tahun kemarin tetapi kendala Covid19 sehingga beberapa kegiatan Dikbud Halsel dipending termasuk pembangunan SDN 138 Halsel itu.
“Anggarannya di pending karena Covid19 sehingga dialihkan ke 2021 ini baru dibangun,” uhar Umar kepada segmen.co.id diruang kerjanya, Kamis (07/01/2021).
Umar bilang, proyek rehabilitas SDN 238 Halsel sempat dikerjakan pada awal 2020 kemarin, tetapi Covid19 jadi akan dikerjakan kembali pada tahun 2021 ini. “Covid19 dan Pilkada jadi butuh anggaran yang besar sehingg harus digeser beberapa kegiatan,” aku Umar.
Menurutnya Dikbud Halsel awal 2020 lalu telah memprioritaskan dua sekolah untuk dibangun yaitu SDN 138 Halsel dan SDN Desa Batulak, Kecamatan Gane Barat. Dan SDN Batulak yang berhasil masuk dan sudah dibangun.
Dirinya mengaku SDN 138 Halsel ini sudah beberapa kali diusulkan namun satu-satunya kendala adalah pengisian Dapodik sekolah yakni dalam pengisian Dapodik Sarana Prasana kepsek mengisi semua bagus termasuk Sarprasnya sehingga kementrian tidak merealisasikan.
Setelah mengetahui itu orang dua dilingkup Dikbud Halsel itu, kembali mengecek Dapodik SDN 138 Halsel ternyata dalam pengajuan Kepala Sekolah dan operator sekolah mengisi Dapodik Sarana Prasarananya bagus jadi tidak mungki kementrian memperhatikannya.
“Pengajuan Dapodik Kepsek mengisi Saspras bagus sehingga saya panggil kepala sekolah tanyakan kenapa operator bikin Saspras bagus begini padahal kan rusak. Saya langsung perintahkan kepala sekolah rubah. Makanya tra dapa itu karena di Dapodik centangnya baik semua padahal ancor panggal,” tegas Sekdis itu.
Dirinya menyentil SDN 138 Halsel salah mengisi Dapodik, yang seharusnya rusak dan tidak ada malahan di isi baik dan ada. Sehingga saat pengusulan tidak diperhatikan karena semua telah di isi baik dan ada.
Pihaknya memberi contoh di SD Inpres Orimakurunga alias SDN 138 Halsel itu tidak ada Perpustakaan akan tetapi pada pengisian Dapodik ada Perpustakan. Bagaiman mungkin kementrian memperhatikan kalau tidak ada di isi ada.
“Dalam Dapodik hanya perbaiki siswa dan guru lainnya tak ambil pusing,” akunya. Sembari mengintruksikan kepada seluruh kepsek agar rubah Dapodik sesuai kondisi Saspras yang ril di lapangan.
Lebih jauh lagi, Umar Iskandar Alam juga mengakui tahun lalu Dikbud Halsel juga telah mengusulkan tambahan 2 RKB SDN 138 Halsel ke Dunas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Halsel dan SDN 138 Halsel tahun 2021 ini mendapat 2 RKB tambahan yang bersumber dari Dana Alokasi Khusus (DAK).
“Tahun ini juga kemungkinan ada 1 atau 2 lokal yang didapatkan SD Inpres Orimakurunga. 2021 ini so dilaksanakan itu,” tandas Umar.
Sekedar diketahui SDN 138 Halsel tahun 2021 ini mendapat tambahan 3 RKB yakni 2 RKB bersumber dari DAK dan 1 RKB lagi dari APBD Halsel 2021. Ketiga RKB SDN 138 Halsel itu bakal dibangun awal tahun ini.(Dam)












