LABUHA – Kabupaten Halmahera Selatan (Halsel) merupakan kabupaten pertama di Provinsi Maluku Utara (Malut) yang memperkenalkan sekaligus mewujudkan konsep Smart City atau Kota Pintar.
Hal ini diungkapkan Samsudin Abas Ketua Tim percepatan pembangunan Smart City Labuha kepada segmen.co.id Jumat (10/9/2021)
Samsudin mengemukakan belum ada bupati maupun walikota di Malut yang secara gamblang menyajikan 100 kerja seperti yang digagas oleh Bupati dan Wakil Bupati Halsel Usman Sidik dan Bassam Kasuba.
“Yang jelas belum ada Bupati maupun Walikota di Malut yang secara gamblang menyajikan program 100 kerja seperi yang di gagas oleh pemerintahan Usman Sidik dan Bassam Kasuba,” ungkapnya
Lanjut, Samsudin juga mengatakan walaupun program 100 Hari kerja tidak di atur dalam aturan, namun ini menunjukkan komitmen yang kuat dari pemerintahan Usman Sidik dan Bassam Kasuba untuk mewujudkan janji membangun bumi Saruma dengan memulai dari Ibu Kota dengan Konsep Smart city.
Bahkan Samsudin mengetakan pada pemerintahan Usman Sidik lah yang pertama memperkenalkan sekaligus mewujudkan dalam awal starting pemerintahannya, dengan melihat bahwa pengelolaan pemerintahan sekarang sudah harus menggunakan teknologi informatika untuk mempercepat pelayanan kepada masyarakat agar lebih efektif dari segi waktu maupun biaya.
Pria asal Desa Tahane Kecamatan Makian ini juga memaparkan, dalam konsep membangun Kota Pintar ada enam pilar yakni smart governance, smart society, smart living, smart economy, smart environment, dan smart branding. Enam pilar ini katanya tidak bisa berdiri sendiri, harus saling terkait maka pembangunan ini harus di mulai dengan Smart Governace.
“Dan pemerintahan Usman Sidik dan Bassam Kasuba telah melakukannya sebagaimana yg telah kita ketahui bersama dalam Laporan 100 Kerja dan Lounching E Smart Labuha,” tuturnya
Ditambahnya, E-Smart Labuha telah di buat dan telah masuk pada tahap persiapan pelaksanaan percepatan pembangunan Kota Labuha yang dimulai dengan perencanaan kegiatan pada perubahan APBD-P yang selanjutnya pekerjaan berada pada SKPD teknis yakni Dinas PUPR, Dinas Perkim-LH, Pariwisata, Perhubungan dan SKPD lainnya agar secara bersama-sama dapat melaksanakan kegiatan tersebut.
“Maka dari itu, tim teknis sarana dan prasarana Smart City kawasan perkotaan Labuha yang diangkat melalui SK Bupati siap mengawal setiap perencanaan sesuai arahan Bupati untuk membangun Kota Labuha sebagaimana harapan pak Bupati dan Wakil Bupati,” tutup Samsudin.(Dam)












