LABUHA – Kecelakaan tunggal Mobil Hilux Hitam Nopol B 9730 SAN hantam rumah/kios dan tiga motor rusak berat milik warga Wayamiga Kecamatan Bacan Timur sejak 29 Januari 2026 lalu masih buram.
Pasalnya hingga masuk hari ke-6 belum ada keterangan resmi dari Polisi Lalu Lintas Polres Halmahera Selatan (Halsel). Polisi diduga takut tindak pelaku penabrak rumah kios warga.
Kasat Lantas IPTU Irfan Muzafar Zundani sendiri tidak berani memberikan komentar resmi padahal berulang kali dikonfirmasi Redaksi Segmen usai laka tunggal itu terjadi.
Tepatnya Senin 2 Februari 2026 usai pemberitaan mengenai Laka Tunggal Bos BUMN Cabang Halsel, Kasat Lantas mengirimkan pesan agar pihak media menunggu informasi resmi dari Sat-Lantas Polres Halsel usai melakukan olah Tempat Kejadian Perkara (TKP).
“Masih kami tinjau TKP nya, harap tunggu keterangan yang jelas dari saya,” kata Irfan kepada Redaksi Segmen, Senin (02/02) sekira pukul 13:10 WIT.
Berselang 2 jam kemudian orang nomor satu di Satuan Lalulintas Polres Halsel mulai bungkam setelah melakukan olah TKP.
Irfan mengaku tidak mau memberikan tanggapan secara resmi terkait insiden kecelakaan tunggal yang melibatkan atau pelakunya Martho Swarday selaku Fuel Terminal Menejer Partamina Babang Halsel bersama seorang wanita misterius inisial S itu.
“Gak ada gak ada, saya gak setuju,” ungkap Irfan ketika ditanya soal tabrakan di Wayamiga itu.
Sebelumnya kasus laka tunggal ini diberitakan dengan inisial MS selaku Bos BUMN bersama wanita misterius inisial S dalam mobil miliknya yang menabrak gedung kios dan tiga motor pada jam tiga subu itu dadi arah Babang menuju Labuha.(red)












