TERNATE – Malam pembukaan Seleksi Tilawatil Qur’an (STQ) yang berlangsung di Ibu Kota Sofifi Provinsi Maluku Utara (Malut) malam tadi sukses dihelat.
Meski demikian, iven Nasional yang dibuka secara langsung oleh mentri Agama RI, Yaqut Chalil Qoumas tersebut justru menyisakan cerita tersendiri bagi masyarakat khususnya warga yang berkepentingan menggunakan moda transportasi laut (speed boat) dari Ternate menuju Sofifi guna menyaksikan acara tersebut.
Alih-alih melayani calon penumpang, para motoris speed boat yang beroperasi di pelabuhan Semut Kelurahan Mangga dua itu justru diduga bermain harga dengan menaikkan tarif sekali trip atau berlayar berkisar 1-2 juta rupiah.
“Sore tadi saat menyebrang dari pelabuhan semut ke pelabuhan Sofifi, kita rombongan diwajibkan membayar satu juta. kalau tidak, mereka (motoris) tidak mau jalan padahal jumlah kita tidak sampai sepuluh orang,” ungkap Arsad (39), pegawai (ASN) di lingkup salah satu lembaga kementrian, Sabtu, (16/10).
Seperti diketahui, Arsad merupakan salah satu dari ratusan calon penumpang yang sejak siang tadi membludak di pelabuhan Semut.
Selain rute Ternate Sofifi, pengakuan serupa juga datang dari salah satu calon penumpang di pelabuhan Sofifi yang hendak pulang ke Ternate. Pria yang enggan menyebutkan identitas dirinya itu mengatakan ketika selesai nonton acara pembukaan STQ yang berlangsung sejak pukul 20:00 WIT itu kaget dengan tarif yang dipatok para motoris speed boat yang meminta ongkos sekali jalan tidak kurang dari 2 juta rupiah.
“Motoris ini beralasan sulitnya mereka mendapatkan minyak tanah sehingga meminta setiap pelaku perjalanan wajib boking speed (pakai speed) dengan tarif dua juta rupiah,” beber dia.
Pantauan segmen.co.id di pelabuhan Sofifi usai pembukaan STQ ke 26 malam tadi. Para calon penumpang yang diketahui ingin pulang ke Ternate secara mayoritas mengeluhkan tarif speed boat yang dinilai sangat tidak wajar.
Hingga berita ini ditayangkan, otoritas kedua pelabuhan penyeberangan (Ternate-Sofifi) belum dapat dikonfirmasi.(Ipl)












