LABUHA – Aliansi Mahasiswa dan Pemuda Kabupaten Halmahera Selatan (Halsel) turun kejalan menggelar aksi demonstrasi protes kenaikan harga BBM yang berlangsung di Jalan Pertigaan Tomori-Hidayat, Kamis (21/4)
Dalam demo tersebut massa aksi membeberkan 15 tuntutan terkait Bahan Bakar Minyak (BBM), Pendidikan, PPN (Pajak Pertambahan Nilai) hingga Kekerasan Seksual.
Bupati H. Usman Sidik yang turun langsung ke jalan menemui massa aksi serta mendengarkan semua tuntutan mereka.
Menariknya Bupati Usman Sidik didampingi Sekda Halsel Ir. Saiful Turuy menemui masa aksi serta berdiskusi langsung dengan ratusan masa aksi itu. Manttan Wartawan Kontributor RCTI Maluku Utara itu duduk melantai di jalan aspal bersama para pendemo untuk membicarakan soal tuntutan masa aksi.
Usman Sidik yang baru jabat Bupati Halsel kurang lebih 11 bulan ini mengatakan bahwa kapan saja dirinya siap berdialog dan mencari alternatif bersama para mahasiswa di bumi Saruma ini.
“Saya akan tegas, mahasiswa kapan saja menemukan kejanggalan datangi saya, laporkan”, ucap Bupati dihadapan masa aksi.
Mengenai BBM, massa aksi menuturkan bahwa terjadi kelangkaan dan kenaikan harga serta bahan pokok yang juga mengalami lonjakan harga, “Antrian panjang, juga Pertalite harganya naik sekali dijalan-jalan mereka ikut irama dengan kenaikan Pertamax”, tutur salah satu massa aksi.
Tanggapi hal tersebut, Bupati Usman menyampaikan bahwa dirinya sudah melakukan sidak ke SPBU dan Pasar, juga telah melakukan pertemuan dengan para distributor.
“Untuk kelangkaan mungkin ada keterlambatan dikarenakan kebutuhan yang sangat besar dan kemarin saya juga sudah melarang untuk melayani pedagang eceran, sudah saya tegaskan ke tim satgas, kalo kedapatan langsung ditindak,” paparnya.
Terakhir, Bupati mengatakan akan menidaklanjuti tuntutan massa aksi dan meneruskannya ke Gubernur dan Pemerintah Pusat.
“Saya akan tindak lanjuti tuntutan massa aksi dan meneruskan tuntutan ini ke Pemerintah Provinsi Maluku Utara dan Pemerintah Pusat,” tandasnya.(red)












