LABUHA – Ratusan Mahasiswa yang tergabung dalam Aliansi Mahasiswa, Pemuda Halmahera Selatan (Halsel), menggelar unjuk rasa (demo) terkait kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) dan sembako, Kamis (21/4/2022).
Sayuti Melik, salah satu orator dalam orasinya menyampaikan bahwa pihaknya juga mengetahui bahwa kenaikan harga BBM secara nasional ada efek dari konflik geopolitik internasional yakni ketika invasi Rusia terhadap Ukraina hingga menyebabkan berhentinya produksi minyak dari Rusia terhadap negara-negara dunia tidak terkecuali Indonesia.
Lanjut Sayuti, dengan kenaikan harga BBM juga berdampak semua wilayah di indonesia termasuk Halmahera Selatan, selain itu kenaikan BBM juga memicu melonjaknya semua sektor termsuk harga sembako.
Dia menambahkan, menurut hasil kajian yang telah disepakati terkait kondisi bangsa maupun daerah hari ini kami, maka atas nama aliansi kami menyampaikan rekomendasi kepada Pemerintah Daerah agar segera menindaklanjuti masalah berikut:
1. Turunkan Harga BBM.
2. Turunkan Harga Sembako.
3. Turunkan Tarif PPN.
4. Tangkap dan Adili Pelaku Mafia BBM.
5. Mendesak Pemda Halsel Menertibkan Harga BBM.
6. Cabut izin SPBU Kompak yang tidak menggunakan Spencer.
7. Memperkuat Pengawasan SPBU Kompak di Halsel.
8. Wujudkan Pendidikan Gratis.
Bupati Usman Sidik dan Sekretaris Daerah Ir. Saiful Turuy langsung menemui ratusan massa aksi itu.
Menanggapi massa aksi, Sekertaris Daerah Halsel Ir. Saiful Turuy menyampaikan, sejauh ini Pemda Halsel selalu berupaya dalam mengatasi masalah BBM serta meningkatkan pengawasan terhadap pedagang eceran yang terkesan bermain harga BBM bersubsidi.
“Hampir setiap hari pemerintah daerah selalu melakukan monitoring terkait dengan stabilitas harga BBM dengan cara memasang sisi Tv disemua SPBU guna memantau oknum-oknum yang tidak bertanggung jawab,” ujar Saiful.
Saiful bilang, sejauh ini pemerintah daerah terus berupaya untuk melakukan yang terbaik bagi masyarakat Halsel.
“Sejauh ini kami selaku pemerintah daerah selalu berupaya melakukan yang terbaik bagi masyarakat Halsel,” tutupnya.
Sementara itu, Bupati Halsel Usman Sidik menyampaikan bahwa dirinya sudah melakukan sidak ke SPBU dan Pasar. Ia juga telah melakukan pertemuan dengan para distributor.
“Untuk kelangkaan mungkin ada keterlambatan dikarenakan kebutuhan yang sangat besar dan kemarin saya juga sudah melarang untuk melayani pedagang eceran, sudah saya tegaskan ke tim satgas, kalo kedapatan langsung ditindak,” paparnya.
Terakhir, Bupati mengatakan akan menidaklanjuti tuntutan massa aksi dan meneruskannya ke Gubernur dan Pemerintah Pusat.
“Saya akan tindak lanjuti tuntutan massa aksi dan meneruskan tuntutan ini ke Pemerintah Provinsi Maluku Utara dan Pemerintah Pusat,” tandasnya.(red)












