Ikon Burung Bidadari Pada Zero Point Kota Labuha Bukanlah Bidadari Halmahera

Minggu, 18 Desember 2022

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Oleh : Muksin Bendar, ST, M.Eng

Kepala Dinas Perumahan dan Kawasan Pemukiman Kabupaten Halmahera Selatan

Menanggapi polemik mengapa pada Zero Point (ZP) Kota Labuha ditampilkan ikon burung Bidadari. Tentu ikon ini dimunculkan untuk membuka kembali lembaran sejarah yang musnah di Halmahera Selatan, khususnya pulau Kasiruta dan Bacan, sekaligus menepis kesalahpahaman pengetahuan di kalangan masyarakat terhadap keberadaan burung Bidadari.

Burung Bidadari oleh publik secara umum menganggap burung ini hanya berada di Pulau Halmahera yang kemudian dipopulerkan dengan sebutan “Bidadari Halmahera”. Sangatlah keliru kalau dikatakan bahwa burung Bidadari hanya terdapat di Halmahera. Menurut BirdLife Internasional (2008), burung Bidadari merupakan salah satu dari 40 anggota suku Paradisaeidae. Sampai sekarang jenis ini dilaporkan keberadaannya di tiga pulau, yaitu Bacan, Kasiruta, dan Halmahera. Burung ini merupakan endemik Maluku Utara karena sebarannya terbatas (Sujatnika, 1995; Coates dan Bishop, 1997). Burung Bidadari adalah jenis burung pemakan buah dan hewan lain dan juga tidak bersifat monogami. Burung jenis ini umumnya menyebar cukup merata di semua tipe hutan, baik primer maupun sekunder, dataran rendah maupun dataran tinggi (Bashari, H., 2011). Sedangkan Coates dan Bishop (1997) menyebutkan bahwa jenis ini menghuni di hutan primer dan perbukitan, dijumpai dipermukaan laut sampai ketinggian 1150 m untuk Bacan dan 1000 m di Halmahera.

Baca Juga :  Sosok Petarung Amin Ahmad Kembali Cabup Halsel

Burung ini selain berstatus endemik, memiliki pesona kecantikan sehingga tidaklah berlebihan bila disebut Bidadari. Perbedaan mencolok antara Jantan dan Betina pada burung ini adalah Mahkota. Pada burung Jantan terdapat mahkota berwarna unggu atau unggu pucat mengkilap sedangkan Betina tidak memiliki mahkota.

Hal menarik lain dari burung dengan ukuran kurang lebih 28 cm ini adalah aktifitas display (menari) dan terbang (aerial) display dari individu Jantan di pagi hari dan sore hari ketika kehadiran individu Betina. Prilaku display merupakan prilaku Jantan dengan mengembangkan kedua sayapnya (biasanya tidak secara penuh terbentang), dengan mengkibas-kibaskan sayap secara cepat dan berulang. Sedangkan prilaku aerial display adalah individu Jantan Bidadari yang melakukan terbang kecil sambil melakukan atraksi udara, yang mana individu Jantan terbang dari pucuk pohon tempat bertengger sampai ketinggian sekitar 10 m, kemudian turun ke dahan yang sama namun seperti melayang sambil berputar-putar.

Baca Juga :  Permuda Pencairan Dana, BPKAD Halsel Gelar FGD

Terkait dengan penempatan ikon Burung Bidadari pada Zero Point Kota Labuha, adalah untuk mengangkatkan kembali kearifan Halmahera Selatan yang telah dan atau sengaja dipunahkan. Adalah bahwa status penamaan Semioptera Wallacii oleh G.R. Gray dari Britsh Museum adalah Bidadari Bacan dan bukan Bidadari Halmahera. Hal ini merujuk pada publikasi awal Bidadari Bacan yang tersebut dalam perjalanan Alfred Russel Wallace di Pulau Bacan pada Oktober 1858-April 1859, yang ketika berada di Bacan, Ali (asisten Wallace) yang berasal dari Melayu, memperoleh burung ini dari Kesultanan Bacan dan membawakan kepada Wallace dan oleh Wallace menyebutnya sebagai Bird of Paradise karena kecantikannya.

Hak atas nama Semioptera Wallacii adalah Bidadari Bacan. Hal ini diperkuat dengan publikasi Walter Goodfellow (1927), yang menyebutkan bahwa pada tahun 1926 telah melakukan perjalanan ke Halmahera dan setelah pencairan panjang melihat langsung burung Bidadari di daerah (ujung semenanjung timur Halmahera, Patani), dan menyatakan bahwa individu (burung Bidadari) yang dijumpai merupakan sub jenis yang berbeda dengan yang ditemukan oleh Wallace di Bacan.

Baca Juga :  KPK Tangkap Gubernur Sulsel Nurdin Abdullah

Terhadap hasil riset yang telah dilakukan maka ikon Zero Point dengan burung Bidadarinya tersebut adalah Bidadari Bacan (Semioptera Wallacii) dan bukan Bidadari Halmahera yang selalu didengung-dengukan dan segaja mempengaruhi opini masyarakat sehingga seakan-akan itu adalah hanya hak paten pulau Halmahera dan sangatlah tidak tepat kalau ikon Kota Labuha menggunakan burung Bidadari. Burung Bidadari Halmahera bukanlah Semioptera Wallacii karena tidak ditemukan oleh Alfred Russel Wallace, maka oleh Coates dan Bishop (1997) dalam laporan publikasinya menyebut Bidadari Halmahera dengan sebutan Semioptera Wallacii Halmahera.

Berita Terkait

PWI Sebut Kadisparekraf Halsel Rasa Jubir Kusu Island Resort
ASN KPH Jual Tanah Topsoil Ilegal 30 DPR Halsel Tidur
Desak Pemda Halsel Percepat WPR Kusubibi
40 ASN Pemda Halmahera Selatan Ikut PKA 2026
Pemda Halsel Pelopor Penguatan Sistem Manajemen Talenta ASN
Terseret Kasus Jual Tanah Topsoil Polres Halsel Periksa Kades Hidayat
Uji Komitmen Kapolres Halsel Tutup Tambang Ilegal di Kali Raim Liaro
Fajri Ahmad Anak Buah Sherly di Halsel Jadi Tukang Jual Tanah Topsoil Ilegal
Berita ini 57 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 31 Juli 2026 - 12:07 WIB

PWI Sebut Kadisparekraf Halsel Rasa Jubir Kusu Island Resort

Kamis, 30 Juli 2026 - 10:32 WIB

ASN KPH Jual Tanah Topsoil Ilegal 30 DPR Halsel Tidur

Kamis, 30 Juli 2026 - 09:42 WIB

Desak Pemda Halsel Percepat WPR Kusubibi

Kamis, 30 Juli 2026 - 00:29 WIB

40 ASN Pemda Halmahera Selatan Ikut PKA 2026

Kamis, 30 Juli 2026 - 00:20 WIB

Pemda Halsel Pelopor Penguatan Sistem Manajemen Talenta ASN

Berita Terbaru

Kadisparekraf Halsel, Ali Dano Hasan. Foto Sadam Hadi|Segmen

Berita Terkini

PWI Sebut Kadisparekraf Halsel Rasa Jubir Kusu Island Resort

Jumat, 31 Jul 2026 - 12:07 WIB

Kantor DPRD Kabupaten Halmahera Selatan

Berita Terkini

ASN KPH Jual Tanah Topsoil Ilegal 30 DPR Halsel Tidur

Kamis, 30 Jul 2026 - 10:32 WIB

Sahmar M. Zen, Direktur PARADE Maluku Utara. foto Sadam Hadi|Segmen

Berita Terkini

Desak Pemda Halsel Percepat WPR Kusubibi

Kamis, 30 Jul 2026 - 09:42 WIB

Berita Terkini

40 ASN Pemda Halmahera Selatan Ikut PKA 2026

Kamis, 30 Jul 2026 - 00:29 WIB

Berita Terkini

Pemda Halsel Pelopor Penguatan Sistem Manajemen Talenta ASN

Kamis, 30 Jul 2026 - 00:20 WIB