LABUHA – Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Halmahera Selatan mendapat kritik pedas dari LSM Lira Malut.
Pasalnya, Disnakertrans dinilai tidak serius menangani masalah pengangguran di daerah tersebut.
Padahal, potensi pengangguran di Halmahera Selatan cukup tinggi akibat bonus demografi.
Data Badan Pusat Statistik (BPS) tahun 2021 menunjukkan bahwa angkatan kerja di Halmahera Selatan sebanyak 112,6 ribu orang. Namun, data Disnakertrans Halmahera Selatan tidak ada.
Pembina LSM Lira Malut, Said Alkatiri, mengatakan bahwa Disnakertrans seharusnya lebih memperkuat sumber daya manusia (SDM) di daerah dalam rangka merealisasikan program zero pengangguran yang dicanangkan oleh Presiden Joko Widodo.
“Program zero pengangguran itu bertujuan untuk menciptakan lapangan kerja bagi masyarakat, khususnya generasi muda, melalui peningkatan investasi dan kualitas SDM. Namun, kenyataannya Disnakertrans Halmahera Selatan hanya fokus kepada penerimaan pendapatan daerah (PAD) dengan mengurus izin mempekerjakan tenaga kerja asing (IMTA), tanpa memperhatikan kondisi objektif para penganggur, khususnya pencari kerja yang baru selesai tamat SMA/SMK dan bahkan para sarjana,” ujar Said Alkatiri, Jumat (3/11/2023).
Ia menambahkan, Disnakertrans seharusnya melaksanakan pelatihan kerja sesuai dengan kebutuhan pasar kerja dan dunia usaha, seperti yang diamanatkan oleh UU No. 13 Tahun 2003 tentang Ketenagakerjaan.
Selain itu, kata dia Disnakertrans juga harus memanfaatkan peluang yang ada di UU Cipta Kerja yang diberlakukan pemerintah pusat.
“UU Cipta Kerja itu memberikan kemudahan bagi pelatihan tenaga kerja. Setiap tenaga kerja asing juga diwajibkan melakukan transfer keahlian. Oleh karena itu, Disnakertrans Halmahera Selatan harus mengaktifkan kembali balai latihan kerja (UPT) yang ada di daerah sesuai dengan amanat UU dan peraturan menteri tenaga kerja RI,” pinta Said Alkatiri.
Sebelumnya, Kadis Nakertrans Halsel, Soadri Ingratubun menyatakan pihaknya telah membangun komunikasi dengan pihak manajemen Wanatiara Persada maupun Harita Nickel terkait rekrutmen tenaga kerja lingkar tambang. Meliputi Lingkar tambang 1 dan 2.
“Saat ini saya lagi konfirmasi data TKA di salah satu agen penyedia TKA di Ternate. InsyaAllah dalam waktu dekat kita lakukan monitoring di PT GMM sekalian komunikasi terkait tenaga kerja yg mau di rekrut disana,” ucap Soadri
Sementara untuk Balai Latihan Kerja (BLK), menurutnya sudah terprogram di tahun 2024, di bangun dengan total anggaran 100 miliar lebih,
“Hal ini merupakan upaya dari Bupati Usman Sidik dengan Menteri tenaga kerja. InsyaAllah tetap senyum untuk Halsel,” tuturnya.












