‘Bahrain Dinilai Manfatkan Keluarga Togale Untuk Kepentingan Politik’ |
| Mahasiswa Togale di Manado, Sulut. foto:evan//segmen.co.id |
Mahasiswa asal Kabupaten Halmahera Selatan (Halsel) Maluku Utara (Malut) yang sedang menimba ilmu di Sulawesi Utara (Sulut) deklarasi tolak Bahrain Kasuba dua periode pada Pemilihan Kepala Daera (Pilkada) 2020 mendatang. Mereka tergabung dalam gerakan mahasiswa dan pemuda Tobelo Galela (Togale).
Acara deklarasi sebagai bentuk mosi ketidak percayaan terhadap Bupati Halsel Bahrain Kasuba itu berlangsung di Buts Caffe, Kota Manado, Jumat (15/11/2019) sore. Pembacaan teks deklarasi dipimpin koordinator deklarasi Noldi Kurama.
Noldi mengatakan, deklarasi dilakukan untuk menggalang dukungan masyarakat Togale yang ada di daratan Halsel agar menolak Bahrain Kasuba sebagai calon bupati periode kedua mewakili keluarga Togale.
Ia menyebut gerakan ini untuk menyelamatkan keluarga besar Togale di Halsel.
“Ini sangat penting, gerakan menolak (Bahrain Kasuba) ini demi menyelamatkan keluarga Togale dan inilah bentuk demokrasi,” kata Noldi saat membacakan pernyataan sikap di Buts Caffe, Jumat (15/11).
Dirinya sudah miliki niat yang bulat untuk menolak pemimpin yang hobi ingkar janji dan memberikan surga telinga kepada kepentingan keluarga Togale. “Kami tegaskan bahwa kami menolak pemimpin yang tidak pro terhadap pembangunan SDA di Halsel,” tegas Noldi.
Dia bilang, mahasiswa Togale Halsel yang kulia di Manado Sulut harus mendapatkan perhatian yang sama dan adil, seperti yang dinikmati mahasiswa-mahasiswa Halsel lainnya di beberapa kabupaten/kota dalam hal ini mendapat asrama atau sekertariat.
“Kami berkesimpulan bahwa dari aspek kebijakan Pemda Halsel terkait dengan peningkatan SDM, pemda terkesan mentutup mata terhadap SDM di Halsel yang saat ini sedang menimba ilmu di Sulawesi Selatan,” terang Noldi.
Lanjut, kebijakan lain, Nold sebut Bahrain Kasuba selaku terwakilan Togale yang saat ini menjadi pemimpin di Bumi Saruma, tidak menguntungkan keluarga besar Togale baik dari sisi peningkatan SDM, pembangunan maupun penempatan ASN pada posisi di birokrasi.
Karena itu, alumni UNPI Manado ini meminta kepada Bahrain Kasuba tidak lagi menjadikan keluarga Togale sebagai kendaraan politiknya di pikada 2020 nanti.
“Kami juga mengajak keluarga besar Togale di Obi, Bacan dan Gane untuk tidak lagi mendukung penimpin yang menghianati keluarga pada periode 2015-2020,” Noldi meminta.
Pihaknya menegaskan pasca-deklarasi di Manado ini, akan ada deklarasi di beberapa kabupaten/kota yang ada mahasiswa Togale yang sementara berstudi. Selain itu, mereka juga akan melakukan deklarasi akbar yang akan dipusatkan di Labuha, ibu kota Halsel.(van/red)












