LABUHA – Pertumbuhan Ekonomi di Kabupaten Halmahera Selatan (Halsel), tertinggi di Maluku Utara (Malut).
Ini disampaikan Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Halsel, Muhammad Budiman Johra saat menyampaikan materinya pada pelaksanaan Musrembang Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Pemkab Halsel, di ruang aula kantor Bupati, Jumat (20/6/2025).
Budiman bilang, sebagaian besar orang salah kaprah dalam melihat pertumbukan eknomi, karena di tahun 2022, pertumbuhan eknomi di Halsel sebesar 27,82 persen, kemudian di tahun 2023 ke 2024, pertumbuhan ekonomi di Halsel menjadi 23,95 persen.
“Angka ini bukan menunjukan pertumbuhan eknomi menurun, tapi pertumbuhan ekonomi tetap naik, tapi melambat tidak seperti tahun sebelumnya,” ungkap Budiman.
Budiman menjelaskan, jika dilihat dari grafis pertumbuhan ekonomi di Maluku Utara, maka Kabupaten Halsel paling tertinggi di tahun 2024 yakni 23,95 persen.
“Sebelumnya, Kabupaten Halteng paling tertinggi pertumbuhan ekonominya, namun saat ini Halsel jauh lebih tinggi, karena Provinsi Maluku Utara pertumbuhan eknomi hanya 17,37 persen, kemudian Halteng 18,40 persen,” jelasnya.
Budiman mengaku, tingginya pertumbuhan eknomi di Halsel ini, karena dipengaruhi sektor pertambangan, tapi jika tidak ada pertambangan, maka pertumbuhan eknomi tetap sama dengan pertumbuhan eknomi nasional.
“Kalu tidak ada pertambangan, maka pertumbuhan eknomi di Halsel bisa setara pertumbuhan eknomi nasional, tapi karena adanya pertambangan, maka pertumbuhan eknomi di Halsel sangat tinggi, melewati pertumbuhan ekonomi nasional,” tutupnya(red)












